Kinerja Keuangan Tumbuh, Saham ROTI Tetap Hijau

Laporan keuangan kuartal III/2018 PT Nippon Indosari Corpindo Tbk yang memperlihatkan pertumbuhan positif diyakini akan memacu pergerakan saham tetap bertahan pada zona hijau di tengah kondisi global yang masih tertekan.
Purnama Syukri Hadi | 23 Oktober 2018 19:14 WIB
Presiden Direktur PT Nippon Indosari Corpindo Tbk Wendy Yap (kedua kiri), bersama Direktur Indrayana (dari kiri), berbincang dengaan Presiden Komisaris Benny Setiawan Santoso, dan Komisaris Jaka Prasetya, seusai rapat umum pemegang saham luar biasa perseroan, di Jakarta, Selasa (17/7). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA—Laporan keuangan kuartal III/2018 PT Nippon Indosari Corpindo Tbk yang memperlihatkan pertumbuhan positif diyakini akan memacu pergerakan saham tetap bertahan pada zona hijau di tengah kondisi global yang masih tertekan.

Pada perdagangan hari ini, harga saham berkode ROTI ini dibuka pada Rp1,090 dan sempat menyentuh zona merah pada Rp1.080 hingga akhirnya menutup dengan penguatan 0,92% ke level Rp1.100. Sepanjang tahun berjalan kinerja saham ROTI turun 13,73% dari penutupan akhir tahun 2017 pada Rp1.275.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini dengan berada pada zona merah, turun 0,73% ke level 5.797,89. Secara year to date IHSG juga mengalami pelemahan sebesar 8,78%. Hal ini menjadikan kinerja saham ROTI underperform terhadap kinerja IHSG.

Secara fundamental, pada kuartal III/2018 Nippon Indosari Corpindo membukukan kenaikan penjualan mencapai Rp1,98 triliun, naik 8,76% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,82 triliun. Kenaikan penjualan perusahaan, disebabkan oleh kenaikan masing-masing segmen penjualan. Penjualan roti tawar naik 10,31% menjadi Rp1,51 triliun, roti manis naik 4,78% menjadi Rp846,30 miliar. Penjualan kue dan lain-lain masing-masing naik 54,08% dan 31,53% menjadi Rp88,05 miliar dan Rp57,14 miliar.

Kenaikan penjualan perusahaan diiringi peningkatan beban pokok penjualan 5,95% menjadi Rp933,77 miliar. Akan tetapi, ROTI memperoleh kenaikan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik induk sebesar 5,66% mencapai Rp102,86 miliar dari capaian pada September 2017 senilai Rp97,35 miliar.

Pada April lalu, perusahaan mulai mengoperasikan pabrik baru yang berlokasi di Filipina dengan kapasitas produksi 100.000 roti dalam sehari. Hingga September 2018, pabrik tersebut berkontribusi 3,31% terhadap pendapatan perusahaan sebesar Rp60,39 miliar dengan target hasil pendapatan dari pabrik baru ini sebesar 5% pada tahun 2018. Dengan beroperasinya pabrik baru menambah jumlah pabrik yang dimiliki perusahaan menjadi 11 unit dan pada tahun 2019 perusahaan berencana akan membangun dua pabrik baru.

Secara teknikal, harga saham Nippon Indosari Corpindo relatif lebih mahal dengan forward P/E ratio 34,3 kali (di atas rata-rata historis 5 tahun dengan nilai forward P/E ratio sebesar 24 kali) sepanjang 2018. Pada indikator Relative Strength Index terlihat saham ROTI menuju pada kondisi overbought dan momentum masih positif yang ditunjukkan pada indikator MACD.

Sumber: Bloomberg

*) Purnama Syukri Hadi, analis Bisnis Indonesia Resources Center

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, sari roti

Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top