Valbury Sekuritas: IHSG Cenderung Sideways, Cermati Saham Pilihan Hari Ini

Valbury Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Selasa (23/10) berpeluang melanjutkan kenaikan kendati pergerakannya cenderung sideways.
Fajar Sidik | 23 Oktober 2018 08:01 WIB
Pelajar mengamati monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Valbury Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Selasa (23/10) berpeluang melanjutkan kenaikan kendati pergerakannya cenderung sideways.

Hal itu didukung oleh pengumuman RDG yang memberi kepastian investor dan rilis laporan keuangan emiten kendati situasi politik global belum terlalu kondusif.

Sentimen pasar dari dalam negeri: BI diprediksi akan menahan 7DRRR di 5,75% dalam RDG. Selama ini kebijakan BI mengikuti kebijakan The Fed yang juga diperkirakan belum akan menaikkan suku bunga pada November mendatang dan baru akan menaikkan Fed rate pada akhir tahun.

Kementerian Keuangan mengungkapkan pembayaran bunga utang pada 2019 akan mencapai Rp275,9 triliun, meningkat jika dibandingkan tahun ini yakni Rp238,6 triliun. Kenaikan pembayaran ini akibat apresiasi dolar AS, kenaikan pokok utang dan referenced rate.

Pembiayaan dari utang dalam RAPBN 2019 sebesar Rp359,1 triliun.  Penambahan ini untuk menutup defisit fiskal yang ditargetkan di 1,84% PDB. Tetapi, tren pembiayaan utang menurun dimana realisasi mencapai Rp429,1 triliun pada 2017 dan Rp399,2 triliun pada 2018.

Sentimen pasar dari luar negeri : Di tengah kecaman global atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, Arab Saudi menekankan pihaknya tidak berniat untuk melakukan embargo minyak seperti tahun 1973. Kendati tekanan dari dalam negeri terus memuncak, Donald Trump tampak hati-hati menyikapi hal ini agar Arab Saudi tak membatalkan pembelian senjata US$110 miliar.

Arab Saudi juga balik mengancam akan membalas berbagai macam sanksi dari negara manapun. Pernyataan Arab Saudi dapat menghindarkan semakin melonjaknya harga minyak dunia menjelang dimulainya sanksi AS terhadap Iran November mendatang.

Hubungan Roma-Brussels menegang akibat Italia yang merumuskan defisit anggaran 2,4% PDB melanggar aturan UE yakni dibawah 2%. Utang publik Italia mencapai US$2,65 triliun, termasuk salah satu yang terbesar di dunia, membawa resiko besar terhadap Italia dan juga UE.

Perundingan Brexit masih menemui jalan buntu kendati PM Theresa May mengklaim perundingan 95% tuntas, namun menyisakan isu perbatasan Irlandia yang masih deadlock. Kami menilai kemungkinan Brexit tanpa persetujuan semakin luas, mengingat Partai Konservatif yang dipimpin May bukan mayoritas parlemen, sehingga sulit mengunci kesepakatan di parlemen

Perspektif tenikal
Support Level :    5822/5804/5780
Resistance Level :   5864/5888/5906
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Up to down

Rekomendasi saham hari ini:

TLKM: Trading Buy
• Close 3800, TP 3900
• Boleh buy di level 3700-3800
• Resistance di 3900 & support di 3700
• Waspadai jika tembus di 3700
• Batasi resiko di 3680

PGAS: Trading Buy
• Close 2340, TP 2400
• Boleh buy di level  2270-2340
• Resistance di 2400 & support di 2270
• Waspadai jika tembus di 2270
• Batasi resiko di 2240

BBRI : Trading Buy
• Close 3050, TP 3120
• Boleh buy di level  2980-3050
• Resistance di 3120 & support di 2980
• Waspadai jika tembus di 2980
• Batasi resiko di 2950

EXCL:  Trading Buy
• Close 2870, TP 2970
• Boleh buy di level  2760-2870
• Resistance di 2970 & support di 2760
• Waspadai jika tembus di 2760
• Batasi resiko di 2730

PTBA:  Trading Buy
• Close 4610, TP 4660
• Boleh buy di level  4560-4610
• Resistance di 4660 & support di 4560
• Waspadai jika tembus di 4560
• Batasi resiko di 4530

MEDC:  Trading Buy
• Close 885, TP 920
• Boleh buy di level  855-885
• Resistance di 920 & support di 855
• Waspadai jika tembus di 855
• Batasi resiko di 835

Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;
JPFA, EXCL, PNBN, ASRI, ITMG, ADRO. 

(Disclaimer ON)

Tag : rekomendasi saham
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top