Kurs Tengah Melemah 45 Poin, Mata Uang Asia Tertekan Imbal Hasil AS

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (4/10/2018) di Rp15.133 per dolar AS, melemah 45 poin atau 0,29% dari posisi Rp15.088 pada Rabu (3/10/2018).
Renat Sofie Andriani | 04 Oktober 2018 12:09 WIB
Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS diperlihatkan di salah satu jasa penukaran valuta asing di Jakarta, Senin (2/7/2018)./ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (4/10/2018) di Rp15.133 per dolar AS, melemah 45 poin atau 0,29% dari posisi Rp15.088 pada Rabu (3/10/2018).

Kurs jual ditetapkan Rp15.209 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp15.057 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp152.

Di pasar spot, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terpantau melemah 98 poin atau 0,65% ke level Rp15.173 per dolar AS pada pukul 10.38 WIB.

Mata uang Garuda sebelumnya dibuka dengan pelemahan 45 poin atau 0,30% di level Rp15.120 per dolar AS. Adapun pada perdagangan Rabu (3/10/2018), rupiah berakhir melemah 32 poin atau 0,21% di posisi Rp15.075 per dolar AS.

Tak hanya rupiah, mata uang lainnya di Asia mayoritas juga melemah siang ini. Won Korea Selatan memimpin pelemahan dengan depresiasi sebesar 0,86% pada pukul 11.16 WIB.

Depresiasi terdalam berikutnya dibukukan dolar Taiwan dan rupee India yang masing-masing melemah 0,45% dan 0,41%.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama, terpantau menguat 0,304 poin atau 0,32% ke level 96,066 pada pukul 11.05 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan 0,255 poin atau 0,27% di level 95,762, setelah pada perdagangan Rabu (3/10) berakhir menguat 0,27% atau 0,255 poin di posisi 95,762, kenaikan enam hari beruntun.

Melansir Bloomberg, mata uang emerging market di Asia melemah saat lonjakan pada imbal hasil obligasi AS menekan permintaan untuk aset-aset berisiko. Sejumlah mata uang utama pun tak terhindar dari aksi jual terhadap greenback.

Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun tetap berada di kisaran level tertingginya sejak 2011 setelah melonjak 12 bps pada hari Rabu (3/10) akibat laporan peningkatan dalam data Ketenagakerjaan Nasional ADP dan Institute for Supply Management (ISM).

Kemerosotan juga melanda pasar ekuitas dimana indeks saham emerging market turun untuk hari kelima.

“Semua pihak sekarang menantikan laporan payroll [AS] yang akan dirilis pada Jumat serta apakah data itu akan melanjutkan data AS (dan dolar AS) yang kuat,” ujar Sue Trinh, kepala pakar strategi valuta asing Asia di Royal Bank of Canada.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

4 Oktober

15.133

3 Oktober

15.088

2 Oktober

14.988

1 Oktober

14.905

28 September

14.929

Sumber: Bank Indonesia

Tag : kurs tengah bi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top