Kiwoom Sekuritas: Dibayangi Sentimen Luar, Pasar Obligasi Berpotensi Menguat

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pagi ini, Jumat (21/9/2018) pasar obligasi masih akan dibuka menguat dengan potensi terus menguat. 
Emanuel B. Caesario | 21 September 2018 07:59 WIB
Obligasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pagi ini, Jumat (21/9/2018) pasar obligasi masih akan dibuka menguat dengan potensi terus menguat. 

Maximilianus Nico Demus Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia mengatakan bahwa hari ini sentimen akan berputar kepada dimulainya debat PBB yang memberikan kesempatan kepada pemimpin negara untuk berbicara.

Selain itu, pembuat kebijakan The Fed juga telah mengisyaratkan bahwa mereka siap untuk menaikkan tingkat suku bunga ketika mereka bertemu nanti. 

Tidak hanya itu, yang harus dicermati pekan ini adalah OPEC akan merilis laporannya yang bisa menjadi panduan pergerakan minyak selanjutnya. 

Bank Indonesia masih terus mengintervensi setiap hari pergerakan rupiah khususnya agar terlihat lebih stabil. 

Pemerintah juga telah menyiapkan beberapa obligasi acuan baru untuk tahun depan yang mulai dilelangkan pada hari Selasa depan. FR0077 (5 tahun) dan FR0078 (10 tahun) tentu akan menjadi primadona.

"Oleh sebab itu, kami memperkirakan beberapa pelaku pasar dan investor akan mulai melepas seri yang telah menjadi obligasi acuan tahun ini untuk ditukarkan dengan obligasi seri baru ini," katanya dalam riset harian, Jumat (21/9/2018). 

"Kami masih merekomendasikan beli hari ini, tetapi hati-hati karena penguatan ini tidak akan berlangsung lama," lanjutnya.

Adapun, pada perdagangan kemarin, total transaksi dan frekuensi turun dibandingkan hari sebelumnya di tengah adanya kenaikkan harga obligasi kemarin. 

Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi 10 – 15 tahun, diikuti dengan <1 tahun dan 15 – 20 tahun. Sisanya merata disemua tenor hingga > 25 tahun. 

Pasar obligasi kemarin terlihat menguat, tetapi demikian tidak banyak. Masih terdapat keraguan atas penguatan pasar obligasi karena adanya rapat yang akan diadakan The Fed pada pekan depan bersamaan dengan Rapat Dewan Gubernur BI.

Di pasar global, imbal hasil zona Amerika ditutup bervariasi, didominasi oleh penurunan imbal hasil. Kenaikkan imbal hasil terbesar ada di Mexico (8.04%, +2.0). Penurunan imbal hasil terbesar ada di Brazil (12.03%, -4.6).

Imbal hasil wilayah zona Eropa ditutup bervariasi, didominasi oleh penurunan imbal hasil. Kenaikkan imbal hasil terbesar ada di Italia (2.87%, +3.0). Penurunan imbal hasil terbesar ada di Yunani (4.03%, -2.2). 

 Imbal hasil Asia Pasifik di tutup bervariasi, didominasi oleh penurunan imbal hasil. Kenaikkan imbal hasil terbesar ada di Korea Selatan (2.39%, +5.2). Penurunan imbal hasil terbesar ada di Philipina (6.55%, -17.5). 

Imbal hasil obligasi Indonesia 10 tahun ditutup menguat di 8.22% dibandingkan hari sebelumnya di 8.25%. Minyak Texas di tutup turun di harga 70.80 dibandingkan hari sebelumnya 71.12. Rupiah di tutup menguat di 14.849 dibandingkan hari sebelumnya di 14.875.

Tag : Obligasi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top