Semen Indonesia (SMGR) Bidik Nilai Ekspor Rp4,44 Triliun

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. mengincar volume penjualan ekspor 3 juta ton atau senilai Rp4,44 triliun pada 2018 untuk memperkuat nilai tukar rupiah dan memacu utilisasi pabrik di dalam negeri.
M. Nurhadi Pratomo | 20 September 2018 10:47 WIB
Jajaran Direksi dan Komisaris Semen Indonesia berfoto usai menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPS), di Main Hall, Bursa Efek Indonesia, Senin (30/4). Bisnis - M. Nurhadi Pratomo.

Bisnis.com, JAKARTA— PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. mengincar volume penjualan ekspor 3 juta ton atau senilai Rp4,44 triliun pada 2018 untuk memperkuat nilai tukar rupiah dan memacu utilisasi pabrik di dalam negeri.

Corporate Secretary Semen Indonesia Agung Wiharto memperkirakan penjualan ekspor dari dalam negeri telah mencapai dua juta ton sampai dengan Agustus 2018. Dari situ, emiten berkode saham SMGR itu mengantongi sekitar Rp1,65 triliun.

“Kontribusi ekspor dari dalam negeri dapat menembus Rp2,5 triliun sampai dengan akhir 2018. Sementara, secara keseluruhan grup Semen Indonesia, total volume diperkirakan mencapai 3 juta ton atau setara dengan Rp4,44 triliun,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (19/9).

Direktur Marketing & Supply Chain Semen Indonesia Adi Munandir mengatakan perseroan terus menggenjot penjualan ekspor sebagai langkah untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Selain itu, strategi ekspor ditempuh untuk memacu utilisasi pabrik di dalam negeri.

“Karena saat ini kondisi industri semen dalam negeri sendiri sedang berlebih pasokan hingga 40% yang membuat kompetisi menjadi sangat ketat,” paparnya.

Secara detail, Adi mengatakan SMGR mencatatkan volume penjualan ekspor sebanyak 1,99 juta ton pada Januari 2018—Agustus 2018. Pencapaian itu naik 42,7% dari 1,39 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.

Dia mengungkapkan negara tujuan ekspor semen dan klinker SMGR antara lain Srilanka, Tahiti, Timor Leste, Tonga, Uni Emirat Arab, Yaman, Filipina, dan China. Selain negara tersebut, SMGR juga mengekspor ke Australia, Austria, Maldives, India dan Bangladesh.

“Untuk lebih meningkatkan penjualan di pasar ekspor, SMGR akan memperkuat jaringan ekspor di negara-negara tujuan serta menjajaki berbagai negara lainnya dan ikut aktif dalam kegiatan misi dagang,” jelasnya.

DOMESTIK

SMGR menyebut mencatatkan volume penjualan 20,66 juta ton pada rentang Januari 2018—Agustus 2018. Jumlah tersebut naik 4% dari periode yang sama tahun lalu.

Secara detail, penjualan tersebut terdiri atas penjualan dalam negeri 16,93 juta ton, ekspor 1,99 juta ton, dan penjualan dari Thang Long Cement Company Vietnam (TLCC) sebesar 1,75 juta ton.

Adi mengatakan industri semen di Indonesia telah mengalami pergeseran dengan masuknya delapan pemain baru sejak 2015. Sebelumnya, tercatat hanya ada tujuh produsen semen di dalam negeri.

Dia menilai kondisi tersebut menyebabkan kelebihan pasokan di dalam negeri sebesar 30 juta ton. Tingkat utilisasi industri hanya sebesar 65% pada 2017.

Adi menjelaskan bahwa perseroan melakukan beberapa strategi untuk mengatasi kondisi tersebut. Salah satunya dengan melakukan rerouting atas jalur distribusi yang mampu memberikan biaya transportasi paling efisien.

“Kami juga melakukan renegosiasi dengan mitra penyedia jasa transportasi untuk menyesuaikan jenis kontrak seperti apa yang lebih efisien bagi perusahaan,” imbuhnya.

Tag : semen indonesia, kinerja emiten
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top