IHSG Melambung, Tembus Level 5.900 Lagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses melanjutkan relinya pada perdagangan hari kedua berturut-turut, Jumat (14/9/2018), sekaligus kembali menembus level 5.900.
Renat Sofie Andriani | 14 September 2018 17:47 WIB
Karyawan melintas di bawah layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses melanjutkan relinya pada perdagangan hari kedua berturut-turut, Jumat (14/9/2018), sekaligus kembali menembus level 5.900.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 1,25% atau 73,01 poin di level 5.931,28, level penutupan tertinggi sejak 4 September, setelah mampu berakhir rebound 1,04% atau 60,12 poin di posisi 5.858,27 pada Kamis (13/9).

Indeks mulai melanjutkan penguatannya dengan dibuka naik 0,22% atau 12,71 poin di level 5.870,98 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.870,98 – 5.931,28.

Sektor infrastruktur (+2,19%), aneka industri (+2,07%), dan perdagangan (+1,39%) memimpin penguatan seluruh sembilan sektor pada IHSG hari ini.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) yang naik 4,06% menjadi pendorong utama terhadap penguatan IHSG pada perdagangan hari ini.

Menurut analis Bahana Securities, Andri Ngaserin, imbal hasil data operator telekomunikasi Indonesia terus naik menjadi 10.000 rupiah per gigabyte pada bulan September dari 9.000 rupiah pada bulan Agustus.

“Ini adalah tanda positif untuk pertumbuhan industri,” ujar Andri, seperti dikutip dari Bloomberg.

Perang harga dalam industri telekomunikasi kemungkinan akan telah berakhir dengan operator-operator berupaya menaikkan tarif.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 melanjutkan penguatannya dengan berakhir menanjak 1,54% atau 7,87 poin di level 518,99, setelah mampu rebound dan ditutup menguat 1,42% di posisi 511,12 pada Kamis (13/9).

Turut mendukung penguatan IHSG, nilai tukar rupiah hari ini ditutup menguat 33 poin atau 0,22% di level Rp14.807 per dolar AS. Mata uang Garuda bahkan sempat naik menyentuh kisaran level 14.770 setelah dibuka terapresiasi 38 poin di 14.802.  

Bersama IHSG, indeks saham lainnya di Asia Tenggara mayoritas menghijau dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,95%), indeks SE Thailand (+0,38%) dan indeks FTSE Malay KLCI (+0,62%). Adapun indeks PSEi Filipina melorot 1,39%.

Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing berakhir menguat 1,09% dan 1,20%. Adapun indeks Kospi Korea Selatan menanjak 1,40%, indeks Hang Seng Hong berakhir menguat 1,01%, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China ditutup variatif.

Dilansir dari Reuters, bursa saham global melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini di tengah tumbuhnya prospek putaran baru diskusi perdagangan antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China.

Pada saat yang sama, langkah bank sentral Turki menaikkan suku bunga acuannya mendukung nilai tukar lira sekaligus memacu daya tarik aset berisiko global. Pada Kamis (13/9), bank sentral Turki menaikkan suku bunga acuan sebesar 625 basis poin menjadi 24%.

Indeks saham All World MSCI, yang melacak pergerakan saham di 47 negara, pun menguat. Adapun indeks saham MSCI Asia Pacific selain Jepang menguat 1,2%.

“Keputusan berani (oleh bank sentral Turki) mengurangi risiko bahwa krisis keuangan berskala penuh mungkin terbuka,” tulis analis di Rabobank dalam risetnya.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

TLKM

+4,06

BBRI

+2,33

BMRI

+2,66

ASII

+2,12

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

BBCA

-0,10

INCO

-1,74

NISP

-2,91

PWON

-1,85

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top