Pasar Global Melonjak, IHSG Tancap Gas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan reboundnya sepanjang perdagangan hari ini, Kamis (13/9/2018), di tengah lonjakan pasar saham global menyusul kabar rencana diskusi perdagangan terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Renat Sofie Andriani | 13 September 2018 17:26 WIB
Siluet pengunjung mengamati layar informasi Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan reboundnya sepanjang perdagangan hari ini, Kamis (13/9/2018), di tengah lonjakan pasar saham global menyusul kabar rencana diskusi perdagangan terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 1,04% atau 60,12 poin di level 5.858,27, level penutupan tertinggi sejak 4 September. Rebound IHSG mengakhiri tekanan yang dialami di zona merah dua hari perdagangan berturut-turut sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (12/9), IHSG ditutup melemah 0,57% atau 32,97 poin di posisi 5.798,15. Indeks mulai rebound setelah dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,63% atau 36,61 poin di level 5.834,76 pagi tadi.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.834,76 – 5.865,07.

Sektor infrastruktur (+2,05%) dan finansial (+1,77%) memimpin penguatan enam dari sembilan sektor pada IHSG hari ini. Adapun sektor pertanian (-1,05%) menetap di wilayah negatif bersama sektor aneka industri (-0,41%) dan perdagangan (-0,36%).

Dari 601 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 239 saham menguat, 149 saham melemah, dan 212 saham stagnan.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) yang naik 3,92% menjadi pendorong utama terhadap rebound IHSG pada perdagangan hari ini, bersama sejumlah saham emiten perbankan.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 mempertahankan reboundnya dan ditutup menguat 1,42% atau 7,14 poin di level 511,12, mengakhiri koreksi dua sesi perdagangan sebelumnya.

Pagi tadi, indeks Bisnis 27 dibuka di zona hijau dengan lonjakan 1,04% di posisi 509,23 dan  bergerak pada level 508,31-511,80 sepanjang perdagangan hari ini.

Indeks saham lainnya di Asia Tenggara juga menghijau dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,23%), indeks SE Thailand (+2,44%), indeks FTSE Malay KLCI (+0,41%), dan indeks PSEi Filipina (+0,92%).

Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 masing-masing berakhir melonjak 1,11% dan 0,96%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,14%.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing melonjak 1,15% dan 1,08%. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong ditutup melonjak 2,54%.

Dilansir dari Reuters, kekhawatiran pasar saham global mereda didorong ekspektasi membaiknya hubungan perdagangan antara AS dan China.

Kabar undangan yang disampaikan pemerintah AS kepada China untuk mengadakan diskusi perdagangan lebih lanjut mendongkrak penguatan pasar Asia dan emerging market setelah beberapa pekan terbebani isu di antara dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Pemerintah China menyambut hangat undangan pemerintah AS tersebut.  Juru bicara Departemen Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan China telah menerima undangan pemerintah AS. Ia menambahkan bahwa kedua negara sedang berdiskusi tentang perincian rencana pertemuan itu.

“China selalu menganggap bahwa eskalasi konflik perdagangan tidak ada dalam kepentingan siapa pun,” terang Geng kepada awak media.

Indeks saham All World MSCI, yang melacak pergerakan 47 negara, siap membukukan kenaikan hari keempat berturut-turut.

“Ada banyak tekanan terhadap daya tarik aset berisiko selama musim panas. Saya rasa pekan ini kita mulai melihat cahaya menembus awan kelabu,” ujar kepala strategi makro global, Michael Metcalfe.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

TLKM

+3,92

BBRI

+3,09

BMRI

+3,14

BDMN

+7,46

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

FILM

-20,39

ASII

-0,70

TAMU

-6,58

MDIA

-19,44

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top