Stok Minyak Mentah AS Turun, WTI Menguat

Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) terus menguat pada perdagangan pagi ini, Rabu (12/9/2018), menyusul laporan industri yang menunjukkan penurunan terbesar sejak Juli dalam stok minyak mentah AS.
Renat Sofie Andriani | 12 September 2018 06:34 WIB
Minyak WTI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) terus menguat pada perdagangan pagi ini, Rabu (12/9/2018), menyusul laporan industri yang menunjukkan penurunan terbesar sejak Juli dalam stok minyak mentah AS.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober diperdagangkan di level US$69,88 per barel pada pukul 4.48 sore waktu setempat, setelah mengakhiri sesi perdagangan Selasa (11/9) di level US$69,25 per barel di Nymex, level penutupan tertinggi dalam sepekan.

Dilansir dari Bloomberg, kontrak berjangka minyak di New York menguat setelah American Petroleum Institute (API) dikabarkan melaporkan penurunan sebesar 8,64 juta barel dalam persediaan domestik pekan lalu. Jumlah suplai juga menurun di kompleks penyimpanan Cushing, Oklahoma.

“Ketika Anda mendapatkan hasil penurunan yang besar, itu membuat Anda sedikit gugup,” kata James Williams, presiden perusahaan riset energi WTRG Economics, seperti dikutip Bloomberg.

Harga minyak mentah sebelumnya telah mendapat dukungan penerapan sanksi AS yang melumpuhkan ekspor Iran serta Badai Florence yang mengancam pasokan bensin di East Coast.

Menurut American Automobile Association (AAA), pengendara motor dalam jalur badai tersebut mungkin mengalami lonjakan harga bensin yang 'dramatis', saat evakuasi massal menguras SPBU.

Ketika badai Florence bergerak lebih dekat menuju bagian tenggara pantai AS, angin ribut yang disertainya diprediksi akan menguat. Badai itu dinyatakan bakal menjadi yang terkuat untuk menghantam Carolina Utara dalam 64 tahun, menurut US Hurricane Center.

Kontrak berjangka bensin pun naik 5,5 sen ke US$2,0142 per galon di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, harga minyak Brent untuk pengiriman November pada Selasa menanjak US$1,69 dan berakhir di level US$79,06 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium US$10,02 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Brent, yang lebih sensitif terhadap gangguan pasokan global, melebar ke premium terbesarnya terhadap minyak mentah AS dalam hampir tiga bulan. Prancis dan Korea Selatan dikabarkan menghindari minyak mentah Iran, sehingga memaksa Iran untuk secara efektif menghapus sebagian ekspor minyaknya dari pasar global.

“Brent benar-benar memimpin,” kata Thomas Finlon, direktur Energy Analytics Group LLC di Wellington, Florida. "Ancaman geopolitik dan gangguan produksi cenderung lebih berdampak pada minyak mentah manis Eropa dibandingkan dengan minyak mentah AS."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top