Pasar Obligasi: Sentimen Positif Global Akan Dukung Penguatan SUN

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bahwa harga surat utang negara atau SUN hari ini, Senin (3/9/2018) berpotensi menguat sebagai akibat dari sentimen positif global pada akhir pekan lalu di mana Trump bersedia melanjutkan diskusi terkait renegosiasi perdagangan bebas dengan Kanada serta meredanya sentimen negatif dari Turki dan Argentina.
Emanuel B. Caesario | 03 September 2018 10:29 WIB
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA--Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan harga surat utang negara atau SUN pada Senin (3/9/2018) berpotensi menguat sebagai akibat dari sentimen positif global pada akhir pekan lalu di mana Trump bersedia melanjutkan diskusi terkait renegosiasi perdagangan bebas dengan Kanada serta meredanya sentimen negatif dari Turki dan Argentina.

"Meski demikian, investor harus mewaspadai perkembangan dari ekonomi dari kedua negara tersebut terutama inflasi Turki Agustus 2018 yang hari ini akan dirilis dengan proyeksi meningkat," kata Dhian Karyantono, Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas, dalam riset harian, Senin (3/9/2018).

Sementara itu, sentimen dari domestik yang akan dirilis hari ini ialah data inflasi Agustus 2018. Bank Indonesia (BI) memperkirakan (berdasarkan SPH minggu keempat) terjadi deflasi di level 0,02% (month on month/MoM) dan secara tahunan mengalami inflasi di level 3,24% (YoY) atau masih dalam kisaran target BI. 

Hal tersebut berpotensi memberikan dampak positif bagi harga SUN di pasar sekunder.

Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan yield seri-seri acuan SUN hari ini:

FR0063 (15 Mei 2023): 91,10 (7,93%) - 91,50 (7,82%)
FR0064 (15 Mei 2028): 86,50 (8,16%) - 87,10 (8,07%)
FR0065 (15 Mei 2033): 85,80 (8,32%) - 86,25 (8,26%)
FR0075 (15 Mei 2038): 89,60 (8,60%) - 90,20 (8,53%)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hari ini diperkirakan menguat terbatas pada rentang Rp14.680 – Rp14.740.

Adapun, pada perdagangan akhir pekan lalu, sentimen negatif global cenderung mereda. Performa aset safe haven pada perdagangan intraday global akhir pekan lalu (Jumat malam dan sabtu dini hari waktu Asia) sempat meningkat. 

Indeks Dolar AS sempat menyentuh level 95,2 poin dan yield 10 tahun US Treasury turun hingga ke level 2,83%. Hal itu dipicu oleh tidak adanya kesepakatan AS dan Kanada terkait renegosiasi perdagangan bebas hingga batas waktu yang diberikan Pemerintah AS.

Namun, jelang penutupan bursa, pemerintah AS menyatakan akan kembali membuka diskusi pada minggu ini dengan Kanada yang pada akhirnya membuat performa safe haven sedikit menurun (yield US Treasury 10 tahun meningkat ke level 2,86% sedangkan indeks Dolar AS turun ke level 95,1 poin).

Sementara itu, sentimen negatif dari krisis Argentina cenderung mereda yang tercermin dari penguatan terbatas Argentina Peso terhadap dolar AS ke level 36,88 Argentina Peso sebagai dampak dari kebijakan Bank Sentral Argentina yang menaikkan suku bunga acuan hingga ke level 60%.

Selain itu, sentimen negatif dari krisis mata uang Turki juga cenderung menurun, yang tercermin dari menguatnya Lira terhadap dolar AS sebesar 1,72% ke level 6,54 Lira setelah Pemerintah Turki mengeluarkan kebijakan pemotongan pajak deposito Lira dan sebaliknya meningkatkan pajak mata uang asing sehingga mendorong Lira kembali atraktif.

Tag : Obligasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top