Prima Cakrawala Abadi (PCAR) Terkendala Pasokan & Harga Rajungan

PT Prima Cakrawala Abadi Tbk. kini tengah berjuang untuk mengatasi kerugian yang melebar, akibat seretnya pasokan bahan baku.
Novita Sari Simamora | 03 September 2018 19:18 WIB
Buruh memisahkan daging rajungan (kepiting perairan dalam) dari cangkangnya, di Desa Tanjung, Pademawu, Pamekasan, Madura, Jatim, Selasa (13/1/2015). - Antara/Saiful Bahri

Bisnis.com, JAKARTA--PT Prima Cakrawala Abadi Tbk. kini tengah berjuang untuk mengatasi kerugian yang melebar, akibat seretnya pasokan bahan baku.

Direktur Utama Prima Cakrawala Abadi Raditya Wardhana mengatakan, perseroan masih terkendala tingginya harga bahan baku. Hingga Juni 2018, nilai bahan baku yang tersedia untuk dipakai senilai Rp89,26 miliar, naik 33,3% dari posisi Rp66,92 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dia mengatakan, nilai penjualan cenderung meningkat karena adanya peningkatan dari harga jual. Produsen rajungan ini mencatatkan peningkatan penjualan, akan tetapi rugi yang dicetak kian melebar.

Terkait pelemahan nilai tukar rupiah, katanya, hal tersebut cukup membantu produsen, mengingat bahan baku yang dimiliki menurun signifikan.

"Walaupun dolar saat ini sedang tinggi, kami belum bisa menikmatinya," ungkapnya, Senin (3/9/2018).

Adapun penjualan PCAR per semester I/2018 senilai Rp86,8 miliar, naik 19,34% dari posisi Rp72,73 miliar. Dari sisi gerografis, penjualan PCAR sebanyak 93,6% dipasarkan ke luar negeri dan sisanya dalam negeri.

Sementara itu, rugi bersih yang dibukukan senilai Rp3,62 miliar pada semester I/2018, kian dalam dari posisi Rp2,9 miliar pada semester I/2017.

Hingga Juni 2018, persediaan yang dimiliki oleh PCAR senilai Rp30,33 miliar. Raditya menuturkan, perseroan telah memiliki kontrak dengan harga yang tetap, akan tetapi harga bahan baku terus menanjak, sehingga perseroan tetap membukukan kerugian.

Dia mengatatakan, harga bahan baku meningkat setiap minggu, sehingga perseroan cukup kewalahan. Dia menuturkan, harga berubah setiap dilakukan pemesanan pembelian.

Raditya mengatakan, data impor di Amerika untuk rajungan Indonesia dari Januari-Mei 2018 mengalami penurunan sekitar 17% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Kendati impor di Amerika untuk rajungan Indonesia mengalami penurunan, PCAR optimistis penjualan pada semester II/2018 akan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Tag : kinerja emiten
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top