Profindo Sekuritas: Rekomendasi Saham WSKT, KRAS & INDF

Profindo Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan masih terkonsolidasi dengan rentang pergerakan 5932-6100. yang akan dipengaruhi diriliisnya data inflasi pada hari ini, Senin (3/9/2018).
Fajar Sidik | 03 September 2018 09:03 WIB
Karyawati mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Bank Permata, Jakarta, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Profindo Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan masih terkonsolidasi dengan rentang pergerakan 5932-6100. yang akan dipengaruhi diriliisnya data inflasi pada hari ini, Senin (3/9/2018).

Wall Street berakhir mixed pada perdagangan Jumat waktu setempat ditekan adanya pemberitaan bahwa hasil perundingan dagang antara AS dan Kanada ditunda hingga pekan depan karena kedua pihak belum dapat mencapai kesepakatan. Namun, kenaikan saham teknologi masih menjadi sentiment positif mampu mendorong Indeks Nasdaq ditutup ke zona hijau. Di perdagangan Senin waktu setempat, Wall Street akan di tutup memperingati hari buruh Nasional.  Dow Jones -0.09%, S&P500 +0.01%, dan Nasdaq +0.26%.

Bursa Eropa ditutup melemah dikarenakan para pelaku pasar masih berfokus pada perkembangan perang dagang yang belum mereda. Selain itu, dirilisnya data IHK zona Eropa di bulan Agustus tumbuh 2.0% yoy dibawah estimasi 2.1% yoy menjadi sentiment negatif terhadap pergerakan Indeks. Dax -1.04%%, CAC 40 -1.30%, FTSE 100 -1.11%, dan Stoxx 600 -0.80%.

Harga minyak mentah dunia ditutup melemah akibat profit taking setelah mengalami kenaikan menembus ke level USD 70/barel. Sentimen lainnya yaitu, berdasarkan laporan bulanan EIA yang dirilis pada Jumat lalu, menunjukkan produksi minyak mentah AS oleh EIA pada bulan Juni mencapai 10.674 juta barel per hari juga turut menekan harga minyak.

Ekspor minyak mentah naik hampir 200.000 bph dalam sebulan, mencapai rekor barunya di 2,2 juta bpd atau dua kali lipat dibandingkan Juni lalu. Sementara produksi dari OPEC meningkat 220.000 barel per hari pada bulan Agustus.

IHSG menjelang penutupan kemarin rebound meskipun masih ditutup melemah tipis. Di awal perdagangan Indeks sempat melemah tajam lebih dari satu persen ditekan melemah kurs rupiah yang sempat menembus lebih dari Rp 14,700 per dolar AS.

Adapun pelemahan kurs tersebut dipengaruhi faktor eksternal yakni menguatnya pertumbuhan ekonomi AS, Krisis mata uang Argentina membuat  kondisi psikologis para pelaku pasar tertekan.

Secara teknikal, Indeks diperkirakan masih terkonsolidasi dengan range pergerakan 5932-6100.  Diriliisnya data inflasi pada hari ini akan mempengaruhi pergerakan Indeks.

Saham yang diperhatikan adalah CPIN (Acc buy), WSKT (buy), BBTN (Acc buy), PGAS (SoS), KRAS (buy), dan INDF (buy).

 (DISCLAIMER ON)

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top