Ulah Trump Bebani Bursa Jepang, PMI Manufaktur China Jadi Katalis

Bursa saham Jepang berakhir terkoreksi tipis pada perdagangan hari ini, Jumat (31/8/2018), setelah bergerak fluktuatif saat investor mencermati potensi pemberlakuan tarif baru oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap produk-produk China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 31 Agustus 2018  |  15:21 WIB
Ulah Trump Bebani Bursa Jepang, PMI Manufaktur China Jadi Katalis
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Jepang berakhir terkoreksi tipis pada perdagangan hari ini, Jumat (31/8/2018), setelah bergerak fluktuatif saat investor mencermati potensi pemberlakuan tarif baru oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap produk-produk China.

Indeks Topix berakhir turun 3,79 poin atau 0,22% di level 1.735,35, setelah dibuka dengan pelemahan 0,63%% atau 11,01 poin di level 1.728,13.

Berdasarkan data Bloomberg, dari 2.100 saham pada indeks Topix, 735 saham di antaranya menguat, 1.251 saham melemah, dan 114 saham stagnan.

Saham Toyota Motor Corp. dan Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. yang masing-masing turun 1,04% dan 1,83% menjadi pembeban utama atas koreksi Topix hari ini.  

Dilansir dari Bloomberg, saham mobil membebani indeks Topix, menyusul sebuah laporan bahwa Trump menginginkan untuk segera memberlakukan tarif terhadap impor China senilai US$200 miliar.  

Trump juga menampik tawaran Uni Eropa untuk menghapus tarif otomotif serta menyamakan kebijakan perdagangan blok tersebut dengan kebijakan China.

“Ketidakpastian atas isu-isu perdagangan membebani pasar,” ujar Takahisa Odaka, pakar strategi pasar ekuitas di Nomura Holdings, seperti dikutip Bloomberg.

“Otomotif bisa dengan mudah menjadi target pembicaraan perdagangan Jepang-AS, jadi pasar perlu tetap waspada terhadap kemungkinan bahwa Trump akan memberi tuntutan yang lebih tinggi sebelum pemilu paruh waktu (midterm election).”

Namun, Topix kemudian berhasil memangkas sebagian pelemahannya di akhir perdagangan setelah indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur China secara tak terduga menguat pada bulan Agustus.

PMI manufaktur China naik menjadi 51,3 pada Agustus dari level 51,2 pada Juli, sekaligus lebih tinggi dari proyeksi para ekonom dalam survei Bloomberg untuk posisi 51.

 “Laporan manufaktur baik bagi pasar saham karena menegaskan bahwa ekonomi China tetap teguh terlepas dari friksi perdagangan dengan AS, ”kata Hideyuki Suzuki, general manager SBI Securities Co.

Sejalan dengan Topix, indeks Nikkei 225 ditutup turun tipis 0,02% atau 4,35 poin di level 22.865,15, setelah dibuka dengan pelamahan 0,60% di posisi 22.733,25.

Saham FANUC Corp. (-1,98%), Tokyo Electron Ltd. (-1,56%), dan Shin-Etsu Chemical Co. Ltd. (-1,6%) membebani pergerakan indeks Nikkei 225 hari ini.

Di sisi lain, nilai tukar yen terpantau lanjut menguat 0,28 poin atau 0,25% ke level 110,71 yen per dolar AS pada pukul 14.31 WIB, setelah berakhir menguat 0,62% atau 0,69 poin di posisi 110,99 pada Kamis (30/8).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa jepang, Donald Trump

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup