Mayapada Hospitals (SRAJ) Targetkan Cetak Laba Dalam 4 Tahun

Emiten rumah sakit PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. menargetkan dapat mencatatkan laba dalam jangka waktu 4 tahun ke depan. Selama ini, pengelola jaringan rumah sakit Mayapada Hospital ini masih mencatatkan kerugian.
Tegar Arief | 26 Agustus 2018 20:42 WIB
Mayapada Hospital - mayapadahospital.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten rumah sakit PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. menargetkan dapat mencatatkan laba dalam jangka waktu 4 tahun ke depan. Selama ini, pengelola jaringan rumah sakit Mayapada Hospital ini masih mencatatkan kerugian.

Komisaris Utama Sejahteraraya Anugrahjaya Jonathan Tahir menjelaskan, kerugian itu disebabkan karena perseroan mengeluarkan dana besar untuk melakukan ekspansi atau pendirian rumah sakit di sejumlah kota.

"Kami sudah punya infrastruktur sebagai rumah sakit masa kini. Kami butuh biaya konstruksi dan lain-lain. Ini yang menyebabkan beban perusahaan cukup besar," kata dia kepada Bisnis.com, akhir pekan lalu.

Dia menambahkan, rata-rata rumah sakit baru bisa mencatatkan laba dalam jangka waktu tiga hingga empat tahun setelah memiliki jumlah jaringan yang cukup. Saat ini, emiten bersandi saham SRAJ itu baru memiliki tiga jaringan.

Perseroan akan menambah sebanyak enam rumah sakit baru hingga 2020 mendatang. Salah satu dari enam unit rumah sakit itu telah beroperasi pada akhir tahun ini. Adapun dana yang digelontorkan untuk perluasan jaringan itu mencapai US$200 juta.

Keenam jaringan baru itu terletak di kawasan Pulau Jawa. Sementara itu, tiga rumah sakit yang saat ini telah beroperasi yakni berada di Cilandak, Jakarta Selatan, satu unit di Tangerang, serta satu unit rumah sakit hasil akuisisi di Bogor, Jawa Barat.

"Ketika nanti jaringan kami sudah banyak tentu keuangan perusahaan akan stabil dan matang dari sisi manajemen dan operasional. Biasanya rumah sakit butuh tiga sampai empat tahun ini bisa seperti itu, dan rumah sakit baru itu juga butuh waktu untuk dikenal," jelasnya.

Ambisi anak usaha Mayapada Group ini memang cukup besar. Jonathan menargetkan nantinya bisnis medis ini bisa menjadi pilar utama dalam kerajaan Mayapada Group. Kata dia, hal itu bisa direalisasikan setelah SRAJ setidaknya telah memiliki sebanyak 10 jaringan rumah sakit.

"Potensi bisnis medis di Indonesia sangat besar. Selain karena populasi yang besar kesadaran masyarakat terhadap kesehatan juga meningkat," ujarnya.

Dari laporan keuangan perseroan, kerugian perusahaan tersebut hingga semester I/2018 mencapai Rp46,97 miliar, naik sebesar 11,73%. Pada enam bulan pertama tahun lalu, total rugi bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat senilai Rp42,04 miliar.

Padahal, pendapatan emiten bersandi saham SRAJ itu mencatatkan pertumbuhan, yakni sebesar 20,45% dari Rp301,09 miliar pada semester I/2017 menjadi Rp362,68 miliar pada semester I/2018.

Hanya saja, beban perseroan terus meningkat. Beban langsung SRAJ pada semester I/2018 mencapai RTp280,55 miliar, naik sebesar 13,15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni senilai Rp247,94 miliar.

Adapun beban penjualan naik sebesar 21,67% dari Rp3,31 miliar menjadi Rp4,03 miliar, serta beban umum dan administrasi naik 21,72% dari Rp94,34 miliar menjadi Rp114,83 miliar.

Tag : kinerja emiten
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top