Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GEMS Akuisisi BSL Bulan Ini

Emiten tambang batu bara yang tergabung dalam Grup Sinarmas, PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS), menargetkan proses akuisisi PT Barasentosa Lestari (BSL) rampung sebelum akhir Agustus 2018.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 17 Agustus 2018  |  14:32 WIB
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Rabu (7/3/2018). - ANTARA/Nova Wahyudi
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Rabu (7/3/2018). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten tambang batu bara yang tergabung dalam Grup Sinarmas, PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS), menargetkan proses akuisisi PT Barasentosa Lestari (BSL) rampung sebelum akhir Agustus 2018.
 
Corporate Secretary GEMS Sudin menyampaikan rencana perusahaan mengakuisisi BSL diharapkan rampung akhir bulan ini sehingga volume cadangan batu bara perseroan dapat bertambah.
 
"Rencana closing [akuisisi BSL] akhir Agustus ini jika lancar," tuturnya kepada Bisnis, Kamis (16/8/2018).
 
Perkiraan sumber daya batu bara BSL sebesar 393 juta ton dengan cadangan sejumlah 194,6 juta ton. Berdasarkan penilaian independen, area konsensi milik BSL mempunyai nilai US$258,5 juta pada 1 April 2017.
 
Pada 12 Mei 2017, perseroan telah menandatangani Conditional Share & MCB Purchase Agreement (CSPA) dengan GMR Energy (Netherland) BV dan GMR Infrastruktur (Overseas) Ltd.
 
Penandatanganan tersebut berkaitan dengan rencana akuisisi 100% saham BSL Group dengan nilai US$59,27 juta dan obligasi wajib konversi BSL Group dengan nilai US$6,37 juta.
 
Awalnya, GEMS berencana merampungkan akuisisi BSL pada Oktober 2017. Kemudian, target molor menjadi Maret 2018, lalu mundur menjadi Juni 2018, dan akhirnya Agustus 2018.
 
Sudin melanjutkan perseroan telah menandatangani CSPA pada 22 Juni 2018. Dengan demikian, penutupan transaksi dari sebelumnya 30 Juni 2018 diperpanjang menjadi 30 Agustus 2018.
 
Menurutnya, lamanya proses akuisisi disebabkan perseroan membutuhkan perizinan dari dua pihak, yakni induk usaha yang bermarkas di Singapura dan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 
 
GEMS merupakan anak usaha dari Golden Energy & Resources Ltd yang terdaftar di bursa Singapura, Singapore Exchange (SGX). Selain itu, BSL adalah perusahaan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) yang memerlukan persetujuan Menteri ESDM.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

golden energy batu bara
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top