RESENSI: Apresiasi Bagi Emiten yang Tumbuh Excellent

Untuk pertama kalinya Harian Bisnis Indonesia menerbitkan 100 Excellent Growth-Company Ranks, hasil riset dari tim riset Bisnis Indonesia Resources Center berbentuk majalah, guna memberikan informasi kepada publik perusahaan-perusahaan yang mampu tumbuh di tengah kerasnya tantangan perekonomian dalam beberapa tahun terakhir.
Aprillian Hermawan | 10 Agustus 2018 10:24 WIB
100 Excellent Growth-Company Ranks 2018 - JIBI

Bisnis.com, Jakarta—Untuk pertama kalinya Harian Bisnis Indonesia menerbitkan 100 Excellent Growth-Company Ranks, hasil riset dari tim riset Bisnis Indonesia Resources Center berbentuk majalah, guna memberikan informasi kepada publik perusahaan-perusahaan yang mampu tumbuh di tengah kerasnya tantangan perekonomian dalam beberapa tahun terakhir.

100 Excellent Growth-Company Ranks 2018 merupakan adopsi dari tema Bisnis Indonesia Award, kegiatan tahunan dari Harian Bisnis Indonesia sebagai penghargaan terhadap para pelaku bisnis di Tanah Air yang telah diselenggarakan Bisnis Indonesia pada 7 Mei 2018, yaitu Excellent Growth. Tema itu dipilih untuk memberikan apresiasi kepada dunia usaha yang mampu mencapai pertumbuhan sangat baik.

Secara umum, isi dari 100 Excellent Growth-Company Ranks 2018 mengulas tentang kinerja para emiten yang masuk urutan 100 besar dari 566 perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tercatat hingga 29 Desember 2017. Begitu pula dengan pengelompokan sektor emiten juga merujuk kepada situs resmi BEI.

Selain ulasan kinerja setiap emiten, majalah hasil riset ini menjelaskan seputar penentuan nama-nama perusahaan dalam 100 Excellent Growth-Company Ranks yang dilakukan dengan cara penyaringan dan tahap seleksi berdasarkan metodologi yang ditetapkan. Seleksi awal tersebut a.l. penetapan minimum market value, penentuan timing perdagangan saham, limitasi aset, serta kepatuhan publikasi laporan keuangan.

Perusahaan yang memenuhi kriteria tersebut kemudian diurutkan setelah sebelumnya dihitung berdasarkan beberapa variabel meliputi pertumbuhan; revenue, net income, total aset, earning per share dan lainnya. Alhasil, perusahaan dalam daftar 100 Excellent Growth-Company Ranks tersebut muncul setelah perhitungan variabel yang dibobot secara tertimbang selama 3 tahun, yaitu 2015—2017.

Metodologi

Kualifikasi yang kami gunakan dalam penyusunan metodologi 100 Excellent Growth-Company Ranks mencakup seluruh perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kategori: 

  • minimum market value sebesar Rp5 triliun dan fraksi harga senilai Rp2 (Rp200-<Rp500). Data laporan keuangan dalam denominasi rupiah.
  • Saham diperdagangkan sejak 2014 dan memiliki total aset di atas Rp3 triliun dengan publikasi laporan keuangan paling lambat disampaikan pada 31 April 2018.
  • Perusahaan yang memenuhi kriteria tersebut kemudian diurutkan berdasarkan peringkat, di mana tahap pertama untuk pemeringkatan yaitu dengan menggunakan variabel pertumbuhan revenue, pertumbuhan net income, pertumbuhan total aset, pertumbuhan EPS, pertumbuhan annual stock gain, pertumbuhan market value, dan pertumbuhan P/BV untuk emiten bank dan P/E untuk emiten non-bank. Semua variabel tersebut dibobot dengan pembobotan berdasarkan urutan tahun; tahun 2017 (60%), tahun 2016 (30%), dan tahun 2015 (10%).
  • Selanjutnya, untuk mendapatkan 100 Excellent Growth - Company Ranks versi Bisnis Indonesia Research, digunakan equally weighted method untuk semua variabel sehingga diperoleh ranking berdasarkan nilai total dari hasil pembobotan tersebut. 

Pertumbuhan Total Aset

Besarnya aset perusahaan dilaporkan pada neraca perusahaan dan diperoleh untuk meningkatkan nilai atau menguntungkan operasi perusahaan. Aset dapat dianggap sebagai sesuatu perolehan di masa depan semisal untuk menghasilkan arus kas, mengurangi biaya dan  meningkatkan penjualan. Dengan demikian, secara umum aset merupakan aktiva yang digunakan untuk aktivitas operasional perusahaan.

Semakin besar aset perusahaan maka diharapkan semakin besar pula hasil operasional terlepas masa periode penggunaannya.  Aset yang tinggi ini juga meningkatkan kepercayaan pihak luar perusahaan. Sebaliknya, aset yang kecil pada gilirannya akan berdampak terhadap jumlah keuntungan yang relatif lebih kecil.

Akan tetapi, aset yang terlalu besar juga dinilai dapat membuat gerak perusahaan menjadi kurang lincah dan berpengaruh terhadap operasional perusahaan. Sebagai contoh terhadap beban penyusutan aset sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi tinggi. Begitu pula dengan kecenderungan saham-saham dengan pertumbuhan aset yang tinggi berkinerja kurang gesit dibandingkan dengan saham-saham dengan pertumbuhan aset rendah.

Untuk itu, kami mencoba melakukan pembatasan aset yang bertujuan mencari keseimbangan relevan terhadap kinerja perusahaan secara umum. Adapun perubahan aset perusahaan yang diukur, berdasarkan perbandingan antara total aset periode sekarang dikurangi periode sebelumnya terhadap total aset periode sebelumnya.

 Pertumbuhan Pendapatan

Pertumbuhan pendapatan dapat menggambarkan peningkatan penjualan dari waktu ke waktu untuk mengukur seberapa cepat suatu bisnis berkembang. Pertumbuhan pendapatan sering kali digunakan investor dalam mengidentifikasi tren kinerja perusahaan dalam periode tertentu atas penjualan produk atau jasa kepada pelanggan.

Alhasil, salah satu indikator penting dalam menghitung performa perusahaan berasal dari pertumbuhan pendapatan yang juga merupakan cerminan dari penerimaan pasar atas produk dan jasa yang dihasilkan perusahaan. Konsistensi pertumbuhan pendapatan dinilai menjadi hal yang penting bagi perusahaan publik untuk menarik investor. Meskipun demikian, besaran pendapatan ini masih belum lengkap tanpa menghitung jumlah keuntungan yang didapatkan perusahaan setelah mengurangi biaya. 

Pertumbuhan Laba Bersih

Secara singkat persentase laba bersih dapat dilihat dari uang perusahaan yang tersisa setelah pajak, biaya operasi, bunga dan biaya lain dari waktu ke waktu yang merupakan indikator sangat sering dilihat dan menjadi ukuran penting kesuksesan perusahaan, terutama oleh para pemegang saham.

Saham emiten dengan tingkat pertumbuhan pendapatan bersih yang lebih tinggi biasanya lebih diinginkan daripada perusahaan yang mencatatkan tingkat pertumbuhan pendapatan bersih yang lebih rendah. Daya pikat pertumbuhan laba bersih perusahaan menjadi magnet tersendiri atas minat  investor karena biasanya akan memberi kompensasi dividen.

Kinerja perusahaan atas laba bersih perusahaan ini kerap dipantau dalam dalam beberapa tahun periode tertentu. Hal ini bertujuan untuk menganalisa apa yang sebenarnya terjadi atas perusahaan. Apakah keuntungan yang dihasilkan perusahaan itu diperoleh dari pendapatan yang meningkat atau justru dari beban yang turun? Atau, peningkatan laba bersih yang terjadi berasal dari kombinasi keduanya?

Analisa perubahan laba bersih ini juga dibutuhkan untuk mengetahui penyebab bila terjadi penurunan. Sisi pendapatan mana dari perusahaan yang menurun atau pos biaya apa yang meningkat sehingga laba menjadi tergerus. 

Pertumbuhan Laba per Saham

Tingkat pertumbuhan Laba per Saham atau Earnings per Share (EPS) menggambarkan pergerakan laba per saham dari waktu ke waktu sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi profitabilitas saham yang meningkat atau menurun. EPS kerap dipergunakan investor sebagai indikator rasio keuangan untuk mengukur seberapa besar laba perusahaan per saham dari jumlah saham biasa yang beredar.

Jumlah laba ini telah memperhitungkan dividen saham preferen yang dibayarkan selama tahun tertentu.  Investor di pasar modal biasanya juga menggunakan perubahan EPS dari waktu ke waktu untuk mengetahui seberapa cepat EPS berubah dan untuk mengetahui apakah kinerja perusahaan menjadi lebih menguntungkan atau sebaliknya. Pengukuran atas perubahan EPS ini berguna untuk memutuskan pembelian saham emiten dengan harga tertentu.  

Pertumbuhan Pengembalian Tahunan

Annual return atau pengembalian tahunan adalah nilai persentase yang memberi informasi seberapa peningkatan nilai investasi rata-rata per tahun. Pengembalian tahunan dapat menjadi input atas untuk mengevaluasi seberapa sukses suatu investasi telah ditanamkan bila dibandingkan dengan pengembalian investasi lain yang telah dilakukan.

Pengembalian tahunan ini mencerminkan peningkatan nilai saham selama periode waktu tertentu, yaitu harga saham saat ini dan harga pembelian.  Untuk perhitungan, harga pembelian disesuaikan jika terjadi perpecahan harga saham.  Dengan demikian, pengembalian tahunan dapat menunjukkan keuntungan atau sebaliknya, kerugian nyata pada suatu investasi saham. 

Pertumbuhan Nilai Pasar

Nilai pasar atau market value adalah harga saham perusahaan di bursa yang terbentuk oleh pelaku pasar dari permintaan dan penawaran saham emiten di pasar saham. Harga pasar merupakan harga jual saham dari posisi tawar antara penjual dan pembeli saham sehingga nilai pasar menunjukkan fluktuasi dari harga saham. Nilai pasar juga biasa digunakan untuk mencari kapitalisasi pasar dari perusahaan publik yang diperoleh dengan mengalikan jumlah saham yang beredar dengan harga saham saat ini. 

Pertumbuhan PBV

Price per book value (PBV) atau juga biasa disingkat P/BV merupakan salah satu indikator fundamental dari sebuah saham untuk mengetahui nilai wajar saham. Para analis atau pun pemodal kerap menggunakan indikator untuk mengetahui valuasi saham emiten dengan cara membagi harga saham yang ada di pasar saham dengan harga buku (book value) dari saham tersebut.  Secara umum untuk saham emiten yang memiliki rasio PBV yang besar dapat dikatakan perusahaan memiliki valuasi saham yang tinggi atau overvalue, sedangkan saham emiten yang memiliki PBV di bawah angka 1 memiliki valuasi yang rendah atau undervalue 

Pertumbuhan Price Earning

Price Earning Ratio (PER) merupakan salah satu pendekatan yang sering digunakan analis dan investor untuk menilai suatu saham dari perbandingan antara harga pasar suatu saham emiten dengan Earning  Per Share (EPS). Dengan demikian, analisa ini mendasarkan atas  perhitungan ratio antara harga saham per lembar yang berlaku di pasar modal dengan tingkat keuntungan bersih yang tersedia bagi pemegang saham. PER merupakan ukuran untuk menentukan seberapa besar pasar memberi nilai atau harga pada saham perusahaan. Pada intinya, PER adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih perusahaan.

Emiten yang tersusun tersebut dinilai telah mampu melakukan konsolidasi, bertahan, dan tumbuh dalam cepatnya perubahan. Komitmen mendukung industri pasar modal Indonesia sebagai wadah penggalangan dana publik juga ditegaskan majalah ini agar bursa dapat kian berperan dalam mengembangkan investasi dan bisnis.

Harapannya, pasar modal ke depan dapat memberi kontribusi lebih besar terhadap upaya perbaikan kinerja dunia usaha di Indonesia, khususnya para emiten. Hal ini juga yang mendasari 100 Excellent Growth-Company Ranks edisi perdana terbit pada 10 Agustus 2018 seiring dengan peringatan Hari Bursa ke-41 tahun. Kala itu, pemerintah mengaktifkan kembali pasar modal pada 1977 dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalami pertumbuhan seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah.

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai majalah ini, silakan menghubungi penerbit di nomor telepon +62 21 5790 1023 ext. 612 purnama.syukri@bisnis.com (0856-8904-333) & arum.palupy@bisnis.com (0895-3579-42359)

Tag : bei, resensi buku
Editor : News Editor

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top