Pendapatan Melaju, Simak Rekomendasi Saham Emiten Perkapalan

Penguatan harga komoditas dalam dua tahun terakhir tidak hanya memberikan sentimen positif terhadap perusahaan pertambangan, tetapi juga emiten pelayaran. Sejumlah proyek dan kontrak jasa pengangkutan yang sempat berhenti kembali berjalan, bahkan bertumbuh. Bagaimana rekomendasi saham di sektor tersebut?
Hafiyyan | 09 Agustus 2018 20:39 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Penguatan harga komoditas dalam dua tahun terakhir tidak hanya memberikan sentimen positif terhadap perusahaan pertambangan, tetapi juga emiten pelayaran.

Sejumlah proyek dan kontrak jasa pengangkutan yang sempat berhenti kembali berjalan, bahkan bertumbuh. Bagaimana rekomendasi saham di sektor tersebut?

Berdasarkan data yang diolah Bisnis.com, ada 18 emiten perkapalan yang sudah melaporkan kinerja semester I/2018. Sejumlah 15 di antaranya berhasil membukukan kenaikan pendapatan.

PT Trada Alam Minera Tbk. (TRAM) membukukan kenaikan pendapatan tertinggi per Juni 2018, yakni 791,75% year on year (yoy) menjadi US$93,63 juta dolar AS.

Adapun, PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) membukukan pendapatan tertinggi sebesar US$225,70 juta, naik 9,22% yoy dari semester I/2017 sebesar US$206,64 juta.

Dari sisi bottom line, 7 emiten berhasil membukukan peningkatan laba bersih, yakni BLTA, HITS, NELY, PSSI, SHIP, TPMA, dan TCPI. Adapun, 3 emiten, yaitu RIGS, TMAS, dan TRAM, mencatatkan rebound dari sebelumnya rugi bersih per Juni 2017 menjadi membukuan laba pada semester I/2018.

Sejumlah 5 perusahaan masih membukukan rugi bersih per Juni 2018. Namun, kerugian APOL dan WINS berkurang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama menyampaikan, menanjaknya harga komoditas membuat emiten tambang menggencarkan produksi dan penjualan. Hal ini turut mendorong kenaikan permintaan proyek distribusi melalui kapal.

“Saat harga komoditas menguat, operasional tambang meningkat sehingga membutuhkan lebih banyak jasa kapal untuk distribusi,” tuturnya kepada Bisnis, Rabu (8/8/2018).

Menanjaknya kinerja industri perkapalan membuat emiten tersebut gencar berekspansi sejak 2017. Salah satu alternatif pendanaan yang dipilih ialah dengan melantai di Bursa efek Indonesia (BEI).

Tahun lalu, emiten di sektor perkapalan dan pelabuhan yang melakukan penawaran umum saham perdana atau IPO ialah PSSI, IPCM, TAMU, dan PORT. Adapun, pada 2018, emiten anyar yang melakukan IPO di segmen tersebut adalah TCPI dan KPAL.

“Momentum banyaknya orderan membuat perusahaan kapal kian ekspansif. Makanya aksi IPO cukup marak karena mereka membutuhkan pendanaan untuk menambah armada atau meningkatkan utilisasi,” imbuhnya.

Sejumlah saham yang mendapat rekomendasi beli dari Nafan ialah BTLA (target Rp235), BULL (Rp150), LEAD (Rp122), PSSI (Rp261), RIGS (Rp485), SHIP (Rp785), SMDR (Rp400).

Adapun, dua saham hanya mendapatkan rekomendasi trading buy, yakni TRAM (target Rp300) dan WINS (Rp318). Sementara investor TCPI disarankan hold.

Selebihnya, sejumlah saham seperti APOL, BBRM, CANI, HITS, MBSS, NELY, SDMU, SOCI, TAMU, TMAS, dan TPMA hanya mendapatkan rekomendasi wait and see.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menyampaikan, peningkatan kinerja emiten sektor tambang dapat dimanfaatkan emiten kapal untuk menambah kontrak ataupun meningkatkan harga penyewaan.

“Kenaikan harga komoditas ini turut menjadi momentum bagi emiten kapal untuk memperbaiki kinerja,” tuturnya.

Menurutnya, sejumlah saham emiten pelayaran yang dapat diperhatikan investor ialah MBSS, SOCI, WINS, dan SMDR. Pasalnya, kinerja emiten-emiten tersebut berpotensi mengalami pertumbuhan secara fundamental.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rekomendasi saham

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup