KINERJA SEMESTER I/2018: Penjualan Turun, Rugi Bersih Gajah Tunggal (GJTL) Membengkak

Emiten produsen ban PT Gajah Tunggal Tbk. membukukan nilai penjualan sebesar Rp7,18 triliun selama semester I/2018, naik tipis 0,95% dibandingkan dengan pendapatan perseroan pada semester I/2017 yang sebesar Rp7,25 triliun.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 31 Juli 2018  |  17:34 WIB
KINERJA SEMESTER I/2018: Penjualan Turun, Rugi Bersih Gajah Tunggal (GJTL) Membengkak
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen ban PT Gajah Tunggal Tbk. membukukan nilai penjualan sebesar Rp7,18 triliun selama semester I/2018, naik tipis 0,95% dibandingkan dengan pendapatan perseroan pada semester I/2017 yang sebesar Rp7,25 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipubliksikan perseroan, emiten dengan sandi GJTL tersebut membukukan rugi yang kian membengkak, mencapai Rp93,8 miliar selama semester I/2018 atau melonjak 127,9% dibandingkan dengan rugi bersih yang diderita perseroan pada semester I/2017 sebesar Rp41,18 miliar.

Corporate Communications & Investor Relations Gajah Tunggal Catharina Widjaja menyampaikan, penurunan penjualan disebabkan salah satunya oleh masa libur Lebaran yang diperpanjang sehingga mengurangi jumlah hari kerja selama kuartal II/2018.

“Penjualan di pasar domestik terutama di segmen bias menunjukkan kinerja yang sehat, namun tidak dapat mengimbangi [jumlah pendapatan yang hilang] dari jumlah hari kerja yang berkurang dan kinerja pasar ekspor yang masih melambat,” ungkap Catharina, Selasa (31/7).

Adapun, margin kotor perseroan turun tipis dari 17,4% pada semester I/2017 menjadi 17,1% pada semester I/2018, disebabkan harga bahan baku yaitu komoditas karet yang lebih tinggi, serta melemahnya nilai tukar rupiah Indonesia terhadap dolar.

Meski membukukan penurunan laba kotor, perseroan mamu meningkatkan laba operasi terutama dikarenakan biaya transportasi yang lebih rendah dan biaya yang terkait dengan pemasaran.

Margin operasi dan EBITDA perusahaan meningkat, dari masing-masing sebesar 6,9% dan 12,0% di semester I/2017 menjadi 7,5% dan 12,2% pada semester I/2018. EBITDA perusahaan meningkat dari Rp871 miliar di semester I/2017 menjadi Rp876 miliar pada semester I/2018.

Rupiah yang terdepresiasi juga menyebabkan kerugian valuta asing sebagai akibat dari penyesuaian sebagian besar utang mata uang dolar AS Perusahaan. Kerugian selisih kurs tersebut menyebabkan perusahaan merealisasikan rugi bersih sebesar Rp93,9 miliar pada semester I/2018.

Perseroan mempertahankan kas untuk mengelola tingkat utang bersihnya. Saldo kas perusahaan berjumlah sebesar US$106,4 juta pada akhir Juni 2018. Oleh karena itu, adjusted leverage perusahaan berada di bawah adjusted leverage maksimum sebesar 3,5 kali sebagaimana yang diwajibkan dalam Senior Secured Facilities Agreement.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gajah tunggal

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top