KINERJA SEMESTER I/2018 : Bukukan Rugi, XL Axiata (EXCL) Optimistis Tumbuh Berkelanjutan

Iklim industri yang kompetitif dan kebijakan registrasi kartu SIM menjadi faktor penurunan kinerja finansial emiten operator pada semester I/2018. Kondisi tersebut juga menjadi sebab penurunan laba bersih PT XL Axiata Tbk.
Dara Aziliya | 31 Juli 2018 10:39 WIB
Pelanggan berada di XL Center, Jakarta, Kamis (21/6/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Iklim industri yang kompetitif dan kebijakan registrasi kartu SIM menjadi faktor penurunan kinerja finansial emiten operator pada semester I/2018. Kondisi tersebut juga menjadi sebab penurunan laba bersih PT XL Axiata Tbk.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, emiten dengan kode saham EXCL tersebut membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp81,74 miliar selama semester I/2018.

Capaian tersebut mengalami penurunan cukup tajam setelah EXCL membukukan keuntungan sebesar Rp143,11 miliar selama semester I/2017. Laba bersih emiten tersebut tercatat mengalami penurunan dalam 2 tahun terakhir.

Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini menyampaikan kinerja EXCL pada semester pertama 2018 mencerminkan dinamika industri yang kian kompetitif, dinamika di pasar yang semakin kompetitif, sekaligus perubahan di pasar prabayar karena kebijakan registrasi kartu SIM.

“Meski dihadapkan pada situasi yang menantang, kami masih membukukan pertumbuhan pendapatan pada semester I/2018. Dari performa semester pertama dan dinamika yang terjadi di industri saat ini, kami masih yakin adanya peluang yang lebih baik pads semester dua, termasuk jika nanti tarif data yang lebih rasional jadi diberlakukan,” ungkap Dian, Selasa (31/7/2018).

Laporan keuangan EXCL mencatat perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp11,05 triliun selama semester I/2018, meningkat 1,1% dibandingkan dengan pendapatan perseroan pada periode sama tahun lalu yang sebesar Rp10,93 triliun.

Pendapatan dari layanan data meningkat 19% pada semester I/2018 (yoy), dengan kontribusi layanan data per kuartal II/2018 mencapai 79%, meningkat dari kuartal II/2017 yang hanya 67%. EBITDA perseroan meningkat 2% menjadi 36% sebagai dampak dari upaya efisiensi biaya.

Dian menyampaikan perseroan akan tetap fokus pada pengembangan layanan data melaui strategi dual brand, dan memperkuat investasi untuk jaringan. Dengan strategi tersebut, perseroan optimistis dapat menangkap permintaan layanan data di Indonesia.

“XL Axiata merupakan operator dengan persentase tertinggi dalam hal jumlah pelanggan yang melakukan registrasi SIM prabayar. Agenda transformasi yang dijalankan XL Axiata saat ini memang berfokus untuk benar-benar memperoleh pelanggan riil layanan layanan data yang menggunakan smartphone sehingga mengamankan seluruh basis pemasukan pendapatan,” jelas Dian.

Perseroan mencatat penetrasi smartphone pada pelanggan XL Axiata telah meningkat 10 poin persentase menjadi 77% pada akhir semester 1/2018 dibandingkan dengan tahun lalu. Alhasil, XL Axiata saat ini memiliki 40,8 juta pelanggan yang menggunakan smartphone, meningkat 21% (yoy).

Terus bertambahnya pelanggan dengan smartphone tersebut mendorong peningkatan pada total trafik di jaringan XL Axiata sebesar 76% (yoy) pada semester pertama 2018 ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pencapaian ini terutama didorong oleh kenaikan trafik data, sementara di periode yang sama trafik layanan tradisional (voice dan SMS) terus menurun. Mayoritas trafik data XL Axiata saat ini adalah melalui penggunaan layanan 4G.

Tag : xl axiata
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top