Penjualan HMSP Naik 5,51% Per Semester I/2018

Emiten rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk., (HMSP) membukukan kenaikan pendapatan 5,51% pada semester I/2018 seiring dengan pencapaian pangsa pasar sebesar 33,2%.
Hafiyyan | 30 Juli 2018 06:02 WIB
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Mindaugas Trumpaitis (kedua kiri), mantan Direktur Keuangan Michael Sandritter (kiri), Direktur Keuangan William "Bill" Giff (kedua kanan) dan Direktur Urusan Eksternal Yos Adiguna Ginting berbincang seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (27/4). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk., (HMSP) membukukan kenaikan pendapatan 5,51% pada semester I/2018 seiring dengan pencapaian pangsa pasar sebesar 33,2%.

Dalam laporan keuangan semester I/2018, manajemen HMSP menyampaikan, pendapatan perusahaan mencapai Rp49,16 triliun. Angka itu meningkat 5,51% year on year (yoy) dari realisasi Januari--Juni 2017 senilai Rp46,59 triliun.

Kendati mengalami peningkatan, pencapaian pendapatan masih di bawah estimasi konsensus. Mengutip data Bloomberg, konsensus analis memprediksi pendapatan HMSP sebesar Rp51,17 triliun.

Sementara itu, perolehan laba bersih atau laba yang diatribuskan kepada pemilik entitas induk pada semester I/2018 mencapai Rp6,11 triliun. Angka itu naik 1,02% yoy dari sebelumnya Rp6,05 triliun.

Penjualan perusahaan ditopang pasar lokal. Pasar ekspor hanya berkontribusi Rp191,51 miliar, turun dari semesrer I/2018 sebesar Rp255,86 miliar.

Di pasar domestik, produk utama yang mendorong pendapatan perusahaan ialah Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebesar Rp34,24 triliun. Selanjutnya, Sigaret Kretek Tangan (SKT) berkontribusi Rp9,32 triliun, Sigaret Putih Mesin (SPM) Rp5,16 triliun, dan pendapatan lainnya Rp237,91 miliar.

Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh induk usaha PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk., Philip Morris International (PMI), penjualan rokok HMSP dilaporkan mencapai 48 miliar batang sepanjang paruh pertama tahun ini. Penjualan tersebut terdiri dari 23 miliar batang pada kuartal I/2018 dan 25 miliar batang pada kuartal II/2018.

“Penjualan rokok pada kuartal II/2018 meningkat 0,7% yoy dari kuartal II/2017 sejumlah 24,8 miliar batang,” papar manajemen dalam laporan keuangannya.

Sepanjang Januari—Juni 2018, penjualan rokok HMSP merosot 0,5% yoy dari semester I/2017 sejumlah 48,2 miliar batang. Namun demikian, perusahaan berhasil memertahankan pangsa pasar di Indonesia sebesar 33,2%, tertinggi di antara pemain sejenis lainnya.

Sementara itu, beban pokok penjualan HMSP per Juni 2018 meningkat menjadi Rp37,73 triliun dari sebelumnya Rp35,19 triliun. Namun, laba kotor perusahaan masih naik menuju Rp11,43 triliun dari semester I/2017 senilai Rp11,39 triliun.

Adapun, laba per saham dasar dan dilusian naik tipis menjadi Rp53 pada semester I/2018 dari Rp52 pada semester I/2017.

Arus kas bersih perusahaan yang digunakan untuk pendanaan meningkat menjadi Rp12,39 triliun dari sebelumnya Rp12,51 triliun. Adapun, posisi kas dan setara kas pada akhir periode ialah Rp15,28 triliun, naik dari 6 bulan pertama 2017 senilai Rp9,82 triliun.

Liabilitas HMSP meningkat menjadi Rp16,16 triliun pada semester I/2018 dibandingkan akhir 2017 Rp9,03 triliun. Liabilitas jangka pendek bertambah menuju Rp13,66 triliun dari semester I/2017 sebesar Rp6,48 triliun.

Ekuitas perseroan pada semester I/2018 mencapai Rp27,72 triliun, turun dari sebelumnya Rp34,11 triliun. Total aset HMSP pun meningkat menjadi Rp43,88 triliun dari akhir 2017 sebesar Rp43,14 triliun.

Tag : hm sampoerna
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top