Tambahan Impor Kedelai AS Tak Akan Rugikan Petani Eropa

Menteri Pertanian Jerman menilai kesepakatan Uni Eropa untuk menaikkan impor kedelai dari Amerika Serikat tidak akan merugikan petani Uni Eropa.
Mutiara Nabila | 29 Juli 2018 20:01 WIB
Pekerja melakukan proses pengolahan kedelai di salah satu pabrik di Jakarta, Selasa (13/3/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pertanian Jerman menilai kesepakatan Uni Eropa untuk menaikkan impor kedelai dari Amerika Serikat tidak akan merugikan petani Uni Eropa.

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker telah sepakat untuk meningkatkan impor kedelai dalam perjanjian yang telah disepakati bersama dengan Presiden AS Donald Trump, dengan syarat AS harus menahan tarif barunya terhadap Uni Eropa.

“Tidak ada kerugian yang akan dirasakan oleh petani Eropa dalam bentuk apapun. Kesepakatan untuk menambah impor kedelai ini dilakukan untuk memenuhi permintaan untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak,” kata Julia Kloeckner, Menteri Pertanian Jerman, dikutip dari Reuters, Minggu (29/7/2018).

Sebelumnya, Eropa sudah bergantung pada impor kedelai dari Amerika Selatan, tetapi saat ini Kloeckner mengatakan bahwa pihak Uni Eropa sedang mengalihkan permintaannya ke pemasok di AS.

Kesepakatan mengejutkan yang dicapai oleh Uni Eropa dan AS pada Rabu (25/7) akan menahan pemberlakuan tarif sebesar 25% dari AS pada sektor impor kendaraan. Namun, masih ada diskusi yang belum selesai antara AS dan Brussel terkait dengan tarif impor baja dan aluminium ke Eropa.

Kesepakatan tersebut memberikan keuntungan dengan adanya kenaikan pangsa pasar, karena ketakutan akan potensi perang dagang transatlantik berangsur memudar.

Sumber : Reuters

Tag : kedelai
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top