Perluasan Distribusi Kerek Laba MCAS

Upaya PT M Cash Integrasi Tbk memperluas saluran distribusi dan mengintegrasikan portofolio bisnis, mampu mengerek laba bersih melonjak 108,7% sepanjang semester I/2018.
Dara Aziliya | 27 Juli 2018 14:23 WIB
Pengunjung mengamati papan monitor yang menunjukkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa efek Indonesia, Jakarta, Rabu (11/7/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Upaya PT M Cash Integrasi Tbk memperluas saluran distribusi dan mengintegrasikan portofolio bisnis, mampu mengerek laba bersih melonjak 108,7% sepanjang semester I/2018.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, emiten dengan kode saham MCAS tersebut membukukan laba netto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp45,1 miliar, dari semester I/2017 yang hanya sebesar Rp3,84 miliar.

Manajemen M Cash Integrasi menyebut saluran KiosK digital meningkat dia kali lipat pada semester I/2018 menjadi 1.700 unit dari semester I/2017 yang sebesar 809 unit. Agen digital perseroan pada periode tersebut nyaris mencapai 36.000 unit dari periode sama tahun lalu yang sebesar 27.000 unit.

“Pada Juni 2018, rata-rata transaksi Juni 2018 perseroan 340.000 transaksi, dengan rekor mencapai 505.000 transaksi. Selama 2018, MCAS juga secara aktif berinvestasi pada perusahaan rintisan digital,” ungkap Direktur M Cash Integrasi Suryandy Jahja, Jumat (27/7).

Martin mengatakan beberapa perusahaan yang digaet M Cash pada awal tahun ini yaitu PT NFC Indonesia Tbk., PT MatchMove Indonesia, PT Surya Teknologi Perkasa, dan PT

Sistem Mikroelektronik Cerdas. Masing-masing perusahaan tersebut bergerak pada sektor digital exchange hub, e-wallet, transportasi, dan IoT.

Pada semester I/2018, kenaikan pendapatan perseroan juga cukup signifikan, mencapai Rp1,84 triliun atau melonjak 287,5% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp474,86 miliar. Namun, kinerja finansial semester I/2018 MCAS belum termasuk anak usaha yang bergabung pada Januari dan April 2018 yaitu PT Buana Agya Cipta dan NFC Indonesia.

Suryandy mengungkapkan selain dapat memperluas distribusi, kinerja semester I/2018 perseroan juga terkerek oleh kenaikan margin perseron yang mencapai 2,18% padaa semester I/2018 dari semester I/2017 yang hanya 0,8%. Kenaikan margin tersebut diperoleh dari ekspansi margin kotor.

Tag : kinerja emiten
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top