Akuisisi Tambang Tembaga FRL Langkah Tepat Merdeka Copper (MDKA)

Rencana emiten pertambangan mineral PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) mengakuisisi Finders Resources Limited (FRL) merupakan langkah tepat untuk melakukan diversifikasi bisnis.
Hafiyyan | 25 Juli 2018 22:48 WIB
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana emiten pertambangan mineral PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) mengakuisisi Finders Resources Limited (FRL) merupakan langkah tepat untuk melakukan diversifikasi bisnis.

Analis FAC Sekuritas Wisnu Prambudi Wibowo menyampaikan, selama ini MDKA mengandalkan pendapatan dari logam mulia, terutama emas. Akuisisi FRL melalui anak usahanya, Eastern Field Developments Limited (EFDL), tentunya berdampak positif agar perusahaan berekspansi ke bisnis tembaga.

FRL sudah mengoperasikan tambang tembaga di Wetar, Maluku Barat. Diharapkan operasional entitas baru dapat berjalan mulus seiring dengan proses akuisisi, sehingga menambah jalur pemasukan anyar bagi MDKA.

"Secara prospek tentunya dampak akuisisi diharapkan positif, karena MDKA dapat melakukan diversifikasi pendapatan dari berbagai komoditas," tuturnya saat dihubungi, Rabu (25/7/2018).

Pada tahun ini, kinerja MDKA juga diprediksi terus bertumbuh seiring dengan perbaikan produksi dan manajemen. Pada kuartal I/2018, perusahaan berhasil mengantongi laba bersih US$25,8 juta, berbalik dari rugi bersih US$1,74 juta pada triwulan pertama 2017.

Prospek perbaikan kinerja terjadi seiring dengan proyeksi membaiknya harga emas global. Kendati mengalami tren menurun dalam beberapa pekan terakhir, harga batu kuning berpotensi rebound dan berada di kisaran US$1.300 per troy ounce.

Di sisi lain, perusahaan membidik produksi dan penjualan emas berkisar 155.000—170.000 ounces pada 2018. Volume itu naik 8,80%–19,32% yoy dari realisasi 2017 sebesar 142.468 ounces.

Mengenai harga saham, sambung Wisnu, MDKA memiliki valuasi yang mahal karena rasio Price to Book Value (PBV) sebesar 3,52 kali. Bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis seperti PT Antam Tbk. (ANTM), PBV hanya mencapai 1,13 kali.

Pada penutupan perdagangan Rabu (25/7/2018), saham MDKA menurun 70 poin atau 2,26% menjadi Rp3.030. Harga sudah menanjak signifikan sepanjang tahun berjalan sebesar 41,59%.

Dia pun merekomendasikan bagi investor yang ingin masuk ke MDKA untuk memerhatikan PBV. Bila rasionya turun mendekati rasio ANTM, pelaku pasar baru bisa masuk untuk mendapatkan peningkatan harga ke depan.

Tag : kinerja emiten, merdeka copper, mdka
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top