Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi Emas PT Merdeka Copper Gold (MDKA) Tergantung Cuaca

Kinerja produksi emiten pertambangan logam PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) pada kuartal I/2018 terhambat oleh cuaca dan berharap pada periode kuartal selanjutnya cuaca lebih kondusif untuk mendukung kinerja.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 23 Juli 2018  |  15:56 WIB
Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, (MDKA) Adi Adriansyah Sjoekri (tengah), General Manager Finance Suryadinata Tanu (kiri) dan General Manager Legal Eko Utomo Yuliawan, memberikan paparan publik, seusai RUPST dan RUPSLB di Jakarta, Senin (21/5/2018). - ANTARA/Audy Alwi
Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, (MDKA) Adi Adriansyah Sjoekri (tengah), General Manager Finance Suryadinata Tanu (kiri) dan General Manager Legal Eko Utomo Yuliawan, memberikan paparan publik, seusai RUPST dan RUPSLB di Jakarta, Senin (21/5/2018). - ANTARA/Audy Alwi

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja produksi emiten pertambangan logam PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) pada kuartal I/2018 terhambat oleh cuaca dan berharap pada periode kuartal selanjutnya cuaca lebih kondusif untuk mendukung kinerja.

Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk. Adi Adriansyah Sjoekri menyampaikan, pada kuartal I/2018 produksi emas dan perak perseroan terganggu sehingga pada periode selanjutnya diharapkan kinerja operasional meningkat.

Per Maret 2018, MDKA merealisasikan produksi emas sejumlah 28.661 ounces dan perak sebanyak 19.727 ounces. Pada kuartal II/2018 diperkirakan produksi emas meningkat menuju 30.000-an ounces.

"Saat ini kami masih dalam tahap audit kinerja semester I/2018. Namun, yang jelas pada semester II produksi dan penjualan lebih baik. Karena cuaca yang kering, ini jadi momentum naikan produksi," ujarnya dikutip Bisnis, Minggu (22/7/2018).

Sampai dengan akhir 2018, Adi optimistis perusahaan dapat mencapai target produksi dan penjualan emas berkisar 155.000—170.000 ounces. Volume itu naik 8,80%–19,32% yoy dari realisasi 2017 sebesar 142.468 ounces.

Dia menambahkan, untuk mengoptimalkan pendapatan, perusahaan menjaga ongkos produksi emas di level US$1.200 per troy ounce.

 

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja produksi emiten pertambangan logam PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) pada kuartal I/2018 terhambat oleh cuaca dan berharap pada periode kuartal selanjutnya cuaca lebih kondusif untuk mendukung kinerja.

 

Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk. Adi Adriansyah Sjoekri menyampaikan, pada kuartal I/2018 produksi emas dan perak perseroan terganggu sehingga pada periode selanjutnya diharapkan kinerja operasional meningkat.

 

Per Maret 2018, MDKA merealisasikan produksi emas sejumlah 28.661 ounces dan perak sebanyak 19.727 ounces. Pada kuartal II/2018 diperkirakan produksi emas meningkat menuju 30.000-an ounces.

 

"Saat ini kami masih dalam tahap audit kinerja semester I/2018. Namun, yang jelas pada semester II produksi dan penjualan lebih baik. Karena cuaca yang kering, ini jadi momentum naikan produksi," ujarnya.

 

Sampai dengan akhir 2018, Adi optimistis perusahaan dapat mencapai target produksi dan penjualan emas berkisar 155.000—170.000 ounces. Volume itu naik 8,80%–19,32% yoy dari realisasi 2017 sebesar 142.468 ounces.

 

Dia menambahkan, untuk mengoptimalkan pendapatan, perusahaan menjaga ongkos produksi emas di level US$1.200 per troy ounce

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten merdeka copper mdka
Editor : Pamuji Tri Nastiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top