PGAS Berencana Bayar Akuisisi Pertagas Dalam Dua Tahap

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. mempertimbangkan opsi pembayaran sebanyak dua tahap untuk akuisisi PT Pertamina Gas dengan total nilai Rp16,6 triliun.
M. Nurhadi Pratomo | 18 Juli 2018 08:30 WIB
Ilustrasi - Antara/Irsan Mulyadi

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. mempertimbangkan opsi pembayaran sebanyak dua tahap untuk akuisisi PT Pertamina Gas dengan total nilai Rp16,6 triliun.

Seperti diketahui, Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Pertamina (Persero) telah meneken Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Sales Purchase Agreement (CSPA). Objek transaksi dalam perjanjian itu yakni 51% kepemiikan saham Pertamina di Pertagas senilai Rp16,6 triliun.

Berdasarkan CSPA, PGN memiliki waktu 90 hari untuk menyelesaikan transaksi pembelian saham Pertagas. Artinya, transaksi harus rampung pada September 2018.

Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim menjelaskan pihaknya tengah mengadakan pembicaraan dengan Holding BUMN Migas menyangkut akan dilakukannya pembayaran dalam dua tahap.

“Pertama tahun ini, selanjutnya tahun depan. Untuk pembayaran tahap pertama langsung dengan yang kami miliki,” ujarnya di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Jobi mengatakan rencana pembayaran terbagi dengan persentase 50% pada tahap pertama dan 50% pada tahap kedua. Dengan demikian, emiten berkode saham PGAS itu kemungkinan akan merogoh kocek Rp8,3 triliun pada tahap pertama.

Dia mengungkapkan perseroan masih mengkaji sejumlah opsi untuk sumber pendanaan tahap kedua. Artinya, PGAS akan mempertimbangkan situasi pasar.

“Ini kami cari opsi dengan mempertimbangkan waktu yang tepat untuk pinjam uang. Semua opsi kami buka [obligasi], kami juga berbicara dengan Holding mungkin dapat memakai fasilitas yang mereka punya,” lanjut Jobi.

Diberitakan Bisnis sebelumnya, Direktur Keuangan PGN Said Reza Pahlevy mengatakan dampak akuisisi Pertagas terhadap PGN belum akan signifikan pada tahun ini karena hanya ada kuartal IV/2018 untuk beroperasi bersama. Namun, transaksi ini tentunya memberikan efek positif dalam jangka panjang.

Dengan konsolidasi, kedua perseroan memiliki 96% infrastruktur gas nasional. Hal tersebut memberikan nilai lebih kepada pemegang saham dan sesuai strategi pemerintah dalam membentuk Holding BUMN Migas.

Sebagai catatan, PGN akan mengerjakan proyek pengembangan pipa gas dari Jawa Barat-Jawa Tengah. Infrastruktur ini akan melengkapi jaringan pipa gas Jawa Tengah-Jawa Timur yang saat ini masih dalam kajian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pgn, pertagas

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top