MPMX Rampungkan Divestasi Bisnis Pelumas

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. baru saja merampungkan proses divestasi 100% bisnis pelumas perseroan pada Esso Petroleum Company Limited dan ExxonMobil UK Limited dengan nilai keseluruhan transaksi mencapai US$436 juta.
Dara Aziliya | 29 Juni 2018 12:21 WIB
ExxonMobil Lubricants Indonesia luncurkan pelumas untuk pikap, Rabu (16/5/2017). - Bisnis.com/Muhammad Khadafi

Bisnis.com, JAKARTA – PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. baru saja merampungkan proses divestasi 100% bisnis pelumas perseroan pada Esso Petroleum Company Limited dan ExxonMobil UK Limited dengan nilai keseluruhan transaksi mencapai US$436 juta.

Emiten dengan kode saham MPMX tersebut melepas perusahaan produsen pelumas dengan merek Federal yaitu PT Federal Karyatama (FKT) pada ExxonMobil. Penyelesaian transaksi ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Akta Jual Beli Saham di Jakarta antara Mitra Pinasthika Mustika dengan ExxonMobil tertanggal 28 Juni 2018.

Akta tersebut menyatakan seluruh persyaratan jual beli termasuk persetujuan dewan direksi dan komisaris perseroan, persetujuan para pemegang saham yang diperoleh melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan 6 Juni 2018, serta persetujuan dan pemberitahuan kepada semua instansi yang berwenang.

Grup CEO MPMX Rudy Halim menyampaikan ExxonMobil merupakan perusahaan minyak dan gas global yang akan mengelola FKT dengan baik. Dengan transaksi ini, FKT diharapkan dapat mencapai integrasi vertikal yang memicu pertumbuhan yang lebih tinggi.

“FKT adalah pemimpin pasar dalam industri pelumas otomotif dengan brand terkemukanya, Federal Oil dan Federal Mobil. Transaksi ini akan memicu FKT untuk memasuki pasar-pasar baru,” ungkapnya di Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Pasca diakuisisi ExxonMobil, FKT tetap akan bermitra dengan MPMX, terutama dalam bisnis distribusi, penjualan, dan pemasaran produknya di pasar-pasar utama tertentu.

Selepas transaksi itu, Rudy menyampaikan MPMX akan terus fokus melakukan bisnis perseroan sehingga dapat memberikan nilai lebih pada pemegang saham berupa apresiasi modal dan pembagian dividen dengan konsisten.

Menurutnya, divestasi tersebut juga memungkinkan perseroan memperkuat bisnis yang sudah ada karena meningkatkan kemampuan perseroan untuk berinvestasi pada segmen mobility yang bertumbuh cepat.

Dengan aksi korporasi ini, perseroan menargetkan pertumbuhan EBITDA sebesar 10% pada 2018.

Perseroan juga akan fokus mengelola arus kas operasional agar tetap positif. Pada kuartal I/2018, arus kas perseroan meningkat menjadi Rp1,3 triliun.

Sejak tahun lalu, MPMX fokus merampingkan bisnis untuk berlari lebih kencang. Perseroan menempuh beberapa upaya scaling down seperti menjual kepemilikan 20% saham pada MPM Finance sehingga tersisa 40% dan mengurangi diler MPM Auto.

Tag : pelumas, mitra pinasthika mustika
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top