Hingga Juni 2018, Emisi Surat Utang Korporasi Capai Rp54,85 Triliun

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total penerbitan emisi obligasi dan sukuk di pasar modal di sepanjang 2018 sampai dengan akhir pekan ini sudah mencapai 39 emisi dari 29 emiten senilai Rp54,85 triliun.
Hafiyyan | 23 Juni 2018 12:15 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/6/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total penerbitan emisi obligasi dan sukuk di pasar modal di sepanjang 2018 sampai dengan akhir pekan ini sudah mencapai 39 emisi dari 29 emiten senilai Rp54,85 triliun.

Kepala Divisi Komunikasi BEI Oskar Herliansyah menyampaikan ada satu obligasi korporasi yang kembali dicatatkan di BEI pada pekan ini. Surat utang itu adalah obligasi berkelanjutan II WOM Finance Tahap V Tahun 2018 yang diterbitkan oleh PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOMF) dengan nilai Rp360,5 miliar.

"Surat utang itu dicatatkan pada Rabu (20/6/2018)," paparnya dalam keterangan resmi, Sabtu (23/6).

Secara total, sebanyak 112 emiten telah mencatatkan 362 emisi obligasi dan sukuk di BEI dengan nilai outstanding sebesar Rp408,86 triliun dan US$47,5 juta.

Di sisi lain, sebanyak 91 seri surat berharga negara telah tercatat di BEI dengan nilai Rp2.200,76 triliun dan US$200 juta. Selain itu, 10 emisi Efek Beragun Aset juga telah dicatatkan di BEI dengan nilai outstanding Rp9,54 Triliun.

Sementara itu, pasca libur panjang laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan akhir pekan ini tercatat mengalami penurunan sebesar 2,87% ke posisi 5.821,81 poin dari 5.993,62 poin. Kapitalisasi pasar BEI juga terkoreksi 2,71% menuju Rp6.535,21 triliun dari Rp6.716,99 triliun pada pekan sebelumnya.

Rata-rata nilai transaksi harian saham di BEI pekan ini juga mengalami pelemahan sebesar 7,61% menjadi Rp9,76 triliun dari Rp10,57 triliun sepekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian saham pekan ini berubah 32,74% menjadi 7,81 miliar unit saham dari 11,61 miliar unit saham pada pekan lalu.

Selanjutnya, rata-rata frekuensi transaksi harian saham juga mengalami penurunan 0,33% menjadi 452.950 kali transaksi dari sekitar 454.450 kali transaksi sepekan sebelumnya.

Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih dengan nilai Rp3,84 triliun. Sepanjang tahun ini, investor asing sudah mencatatkan jual bersih sebesar Rp47,28 triliun.

Tag : Obligasi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top