BURSA ASIA: Pasar Amati Dampak Perang Tarif pada Industri, Indeks MSCI Bergeser Tipis

Bursa Asia bergerak tipis di awal perdagangan hari ini, Jumat (22/6/2018). Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang hanya bergerak tipis pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Nikkei di bursa Jepang melemah 1%.
Linda Teti Silitonga | 22 Juni 2018 09:27 WIB
Bursa Asia masih respons perang tarif - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA— Bursa Asia bergerak tipis di awal perdagangan hari ini, Jumat (22/6/2018).

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang hanya bergerak tipis pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Nikkei di bursa Jepang melemah 1%.

Bursa Asia tertekan di awal perdagangan hari ini, di saat pasar masih merespons perang perdagangan antara AS dengan China dan sejumlah negara lainnya yang melakukan aksi realiasi.

Sementara itu, pasar saham juga memonitor pertemuan organisasi pengekspor minyak (OPEC) pada 22-23 Juni 2018, yang memengaruhi harga minyak.

Adapun tiga indeks di bursa saham AS melemah. Dow Jones Industrial Average melemah di hari kedelapan berturut-turut pada Kamis. Indeks S&P 500 kehilangan 0,63%. Composite Nasdaq melemah 0,8%.

Para ekonom berspekulasi pasang surut dalam kondisi bisnis terpapar ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya, termasuk Uni Eropa, Kanada, Meksiko dan Jepang.

"Survei Fed Philadelphia menunjukkan penurunan dalam pesanan baru. Investor khawatir bahwa friksi perdagangan mulai memengaruhi sentimen perusahaan dan kegiatan mereka," kata Nobuhiko Kuramochi, kepala strategi Mizuho Securities seperti dikutip Reuters, Jumat (22/6/2018).

Di samping itu, pada Rabu, produsen mobil Jerman, Daimler memangkas proyeksi labanya, mengatakan tarif mobil yang diekspor dari Amerika Serikat ke China akan memengaruhi penjualan Mercedes-Benz.

India bergabung dengan Uni Eropa dan China untuk menererapkan tariff impor balasan, setelah Trump lebih dulu mengenakan hal sama untuk produk baja dan aluminium.

Sementara beberapa investor masih berharap Washington dan Beijing dapat membuat kesepakatan sebelum 6 Juli, ketika putaran pertama tarif AS untuk barang-barang Cina serta tarif pembalasan oleh China akan berlaku, pihak lainnya melihat tipis harapan akan ada kompromi awal.

 

Tag : bursa asia
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top