Waskita Karya (WSKT) Tambah Cucu Usaha di Bidang Properti

PT Waskita Karya Realty, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk., membentuk entitas usaha baru untuk pengembangan proyek apartemen seluas 1,1 hektare.
M. Nurhadi Pratomo | 22 Juni 2018 11:57 WIB
Direktur PT Waskita Karya, Haris Gunawan (dari kiri) bertumpu tangan dengan Direktur PT Bank BRI Kuswiyoto, Kepala Divisi BUMN I BRI, I Made Suka, Dirut PT Cimanggis Cibitung Tollways, Ridwan Dharma, Direktur A.D Erlangga, Dirut PT Trans Jabar Tol, Mokh Sadali, Dirut PT Kresna Kusuma Dyandra Marga, Herwidiakto, dan Direktur PT Waskita Toll Road, Y. Ariandi Siregar seusai penandatanganan perjanjian pinjaman dana talangan sebesar Rp7,160 triliun di Jakarta, Kamis (31/5/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA— PT Waskita Karya Realty, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk., membentuk entitas usaha baru untuk pengembangan proyek apartemen seluas 1,1 hektare.

Sekretaris Perusahaan Waskita Karya Shastia Hadiarti menjelaskan bahwa telah dilakukan pembentukan cucu usaha, PT Waskita Fim Perkasa Realti (WFPR). Dalam entitas tersebut, Waskita Karya Realty (WKR) memegang kepemilikan 60% saham sementara sisanya dipegang oleh PT Graha Jasa Ekatama.

“Untuk pengembangan Solterra Place, Pejaten, Jakarta, dengan luas tanah 1,1 hektare,” ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (21/6).

Waskita Karya meyakini pendirian WFPR akan memberikan tambahan pendapatan dan laba bagi perseroan. Pasalnya, emiten berkode saham WSKT itu merupakan pemegang saham mayoritas di WKR.

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia, Kamis (21/6), WSKT menyebut telah melakukan peningkatan modal oleh WKR di WFPR.

WKR melakukan peningkatan modal dasar WFPR dari semula Rp100 juta menjadi Rp100 miliar. Selain itu, dilakukan peningkatan modal disetor dan ditempatkan menjadi Rp86,315 juta.

Dengan adanya peningkatan modal tersebut, WKR memiliki 51.789 saham atau setara dengan Rp51,789 miliar dengan nilai nominal Rp1 juta per lembar. Jumlah itu setara dengan 60% saham di WFPR.

Adapun, Graha Jasa Ekatama memiliki saham sebanyak 34.526 saham atau setara dengan Rp34,526 miliar. Porsi tersebut setara dengan 40% saham di WFPR.

Shastia mengatakan apabila tidak melakukan peningkatan modal disetor dan ditempatkan di WFPR maka kepemilikan saham WKR akan terdilusi. Selain itu, suntikan dana segar akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional cucu usaha tersebut.

“Apabila WKR sebagai pemegang saham tidak melakukan peningkatan modal disetor dan ditempatkan akan berpengaruh terhadap proses pembangunan proyek milik WFPR,” imbuhnya.

Sebagai catatan, WKR merupakan entitas anak WSKT yang bergerak di bidang pengembangan real estate dan properti. Perseroan tengah mengarahkan pengembangan bisnis kepada pembangunan Transit Oriented Development, Toll Road City, serta Aero City.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham WSKT ditutup terkoreksi 60 poin atau 2,74% ke level Rp2.130 pada sesi penutupan perdagangan, Kamis (21/6/2018). Saat ini, kapitalisasi pasar emiten kontraktor pelat merah tersebut mencapai Rp28,91 triliun.

Frankie Wijoyo Prasetio, Head of Equity Trading Phintraco Sekuritas Medan masih menjadikan saham WSKT sebagai top picks. Pasalnya, perseroan memiliki kinerja fundamental yang baik namun valuasi saham masih terbilang murah.

Tag : bumn, waskita karya
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top