Trimegah Sekuritas (TRIM) Tambah Modal Kerja Rp250 Miliar

PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. menambah modal kerja senilai Rp250 miliar pada tahun ini. Dana tersebut berasal dari penerbitan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN).
Tegar Arief | 06 Juni 2018 17:40 WIB
Direktur Trimegah Sekuritas Indonesia Syafriandi Armand Saleh (dari kiri), Dirut Stephanus Turangan, Direktur Keuangan Bank DKI Sigit Prastowo, dan Dirut Kresno Sediarsi bersiap menandatangani naskah kerja sama penjualan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) 014, di Jakarta, Senin ( 11/9). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. menambah modal kerja senilai Rp250 miliar pada tahun ini. Dana tersebut berasal dari penerbitan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN).

Direktur Utama Trimegah Sekuritas Indonesia Stephanus Turangan menjelaskan, perseroan membutuhkan modal yang cukup besar sejalan dengan lesunya kondisi pasar pada tahun ini yang berdampak pada bisnis penjamin emisi.

Selain itu, penambahan modal itu juga dilakukan untuk mengantisipasi kebijakan baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan menaikkan modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) perusahaan sekuritas anggota bursa.

"Pasar cukup dinamis, yang terjadi ada banyak faktor terutama dari eksternal. Sehingga kami juga butuh modal dan dana dari MTN ini bisa untuk dua sampai tiga tahun ke depan," katanya usai menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS), Rabu (6/6/2018).

Dia menambahkan, bisnis penjamin emisi sejauh ini memang kurang menggeliat sejalan dengan banyaknya perusahaan yang menunda untuk melakukan penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO).

Pada awal tahun, kata dia, emiten bersandi saham TRIM ini mengantongi enam mandat IPO. Lantaran indeks harga saham gabungan (IHSG) terus merosot, empat di antaranya memutuskan untuk menunda pelaksanaan IPO sampai waktu yang belum ditentukan.

"Sisanya ada dua perusahaan masih terus proses sudah jalan. Yang lain menunda itu ada sektor ritel yang berbasis digital serta sektor perikanan," imbuhnya.

Tak hanya itu, perseroan juga memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun ini. Stephanus berdalih, dana perseroan akan lebih bermanfaat jika dikembangkan mengingat kondisi market yang cukup sulit.

Dengan penambahan modal melalui MTN I ini, perseroan akan mendapatkan manfaat berupa berkurangnya risiko maturity gap/mismatch antara sumber pendanaan perseroan dengan bisnis pembiayaan yang diberikan oleh perseroan kepada nasabah.

Dampak lain adalah berkurangnya risiko likuiditas jika terjadi gejolak dalam pasar keuangan Indonesia dengan struktur permodalan yang lebih kuat. Selain itu, ini juga meningkatkan kepastian kinerja dan kelangsungan operasional yang dilakukan oleh Trimegah.

Total nilai dari penerbitan MTN ini adalah Rp250 miliar dengan tenor tiga tahun. Peringkat dari Pefindo adalah idA dengan tingkat kupon 10,25% per tahun. Penggunaan dana untuk modal kerja tanpa jaminan khusus (clean basis) dengan target good fund akhir April 2018 menggunakan laporan keuangan audit per 31 Desember 2017.

Tag : sekuritas
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top