Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Emiten Perkebunan BWPT Segera Bangun 5 Pabrik

Emiten perkebunan PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) menargetkan pengembangan lima Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dalam 5 tahun ke depan seiring dengan kondisi pohon yang mencapai usia prima.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 03 Juni 2018  |  21:25 WIB
Emiten Perkebunan BWPT Segera Bangun 5 Pabrik
Perkebunan Sawit BWPT. - IST
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-Emiten perkebunan PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) menargetkan pengembangan lima Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dalam 5 tahun ke depan seiring dengan kondisi pohon yang mencapai usia prima.

Direktur Eagle High Plantations Henderi Djunaidi menyampaikan, dalam 4-5 tahun ke depan perusahaan berencana mengembangkan 4-5 PKS baru. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan usia pohon kelapa sawit yang mencapai usia prima sehingga kapasitas produksi meningkat.

"Kami membutuhkan 4-5 PKS, agar tidak ada tanaman yang idle. Jadi semua bisa diolah dengan naik," paparnya, Kamis (31/5/2018).

Menurutnya, investasi 1 PKS berkisar Rp260 miliar. Komposisi pendanaan berasal dari ekuitas dan pinjaman eksternal.

Henderi menyebutkan, dari sisi operasional BWPT mengalami peningkatan signifikan. Pada April 2018, produksi Tandan Buah Segar (TBS) mencapai 100.000 ton, Maret 2018 130.000 ton, dan Mei 2018 160.000 ton.

Diharapkan tren kenaikan produksi berlanjut sampai akhir tahun seiring dengan membaiknya kondisi cuaca. Adapun, tingkat rendemen atau Oil Extration Rate (OER) dijaga di atas level 23%. OER atau tingkat rendemen adalah perbandingan jumlah CPO yang diproduksi dalam setiap kilo gram TBS.

Pada 2018, rata-rata usia tanaman perseroan mencapai 9 tahun. Artinya, pada 2020 atau saat usia rata-rata pohon mencapai 12 tahun, kelapa sawit mulai mencapai masa puncak produksinya.

Perseroan pun mengalokasikan belanja modal senilai Rp400 miliar pada tahun ini, atau relatif sama seperti 2017. Sekitar 30% berasal dari ekuitas, sedangkan selebihnya dari pinjaman perbankan.

"Sebagian besar dana digunakan untuk pengembangan PKS," imbuhnya.

Direktur Utama Eagle High Plantations Nicolaas B. Tirtadinata menyampaikan, saat ini perusaaan sedang menyelesaikan pembangunan 1 PKS di Kab. Keerom, Papua. Pabrik berkapasitas produksi 45 ton per jam ini direncanakan beroperasi pada September 2018.

"Nanti kapasitas produksinya bisa ditingkatkan sampai 90 ton per jam," ujarnya.

BWPT sebelumnya sudah memiliki 8 PKS yang tersebar di wilayah Kalimantan dengan kapasitas produksi 2,5 juta ton per tahun. Adanya PKS di Papua menambah kapasitas total menjadi 2,85 juta ton per tahun.

Pada kuartal IV/2018, sambung Nicolaas, perseroan juga akan menambah 1 PKS di Kalimantan Timur dengan kapasitas produksi 60 ton per jam. BWPT juga membangun bulking  station dengan daya tampung 4.000 ton.

Menurutnya, rencana pembangunan PKS di Kaltim sebagai langkah antisipasi perusahaan untuk mengolah Tandan Buah Segar (TBS) dari kebun inti dan plasma yang akan memasuki usia prima.

"Usia prima perkebunan di sana 2 tahun lagi, ini bertepatan dengan operasi komersial PKS baru pada 2020," tuturnya.

Dia menambahkan, untuk pengembangan PKS di Kaltim, BWPT mengalokasikan belanja modal senilai Rp280 miliar.

Investor Relations Eagle High Plantations Sebastian mengatakan, pada tahun ini perseroan optmistis dapat meraih laba bersih seiring dengan kenaikan produksi. Diperkirakan perolehan laba bersih dapat dibukukan dalam laporan keuangan kuartal II/2018 atau kuartal III/2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten bwpt
Editor : Pamuji Tri Nastiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top