RUPIAH ATAS DOLAR AS: Setelah Energi Disemburkan Catatan Fed, Pasar Nantikan Pengesahan UU Antiterorisme

(Jika sampai penutupan perdagangan hari ini bisa ke level) 14.164, itu cukup bagus, kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim kepada Bisnis.com, Kamis (24/5/2018).
Linda Teti Silitonga | 24 Mei 2018 11:46 WIB
Rupiah - JIBI/Rahmatullah

Bisnis.com, JAKARTA— Kurs rupiah atas dolar Amerika Serikat  menguat 56 poin atau 0,39% ke Rp14.153 per dolar AS, pada perdagangan hari ini, Kamis (24/5/2018), pk. 11.12 WIB.

Rupiah menguat di saat indeks dolar AS melemah 0,18% ke 93,834 pada pk. 11.04 WIB.

“(Jika sampai penutupan perdagangan hari ini bisa ke level) 14.164, itu cukup bagus,” kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim kepada Bisnis.com, Kamis (24/5/2018).

Mengingat ujarnya, secara fundamental global, rupiah masih menghadapi sentimen eksternal yaitu permasalahan perdagangan AS dan China yang belum juga menghasilkan kesepakatan.

“(Presiden AS0 Trump tidak puas (dengan hasil perundingan perdagangan pekan lalu),” kata Ibrahim.

Dia mengatakan penguatan rupiah ditopang catatan bank sentral AS.

Sementara itu, pasar juga mulai menunggu jadi tidaknya KTT AS-Korut yang dijadwalkan 12 Juni di Singapura.

Ibrahim mengemukakan penguatan rupiah bisa berlanjut, jika pada Jumat atau Senin ini, anggota DPR bisa mensahkan UU Antiterorisme.

“Karena {akan menunjang) keamanan dalam negeri. investor akan lebih enjoy. Akan lebih asyik melakukan investasi,” kata Ibrahim.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top