Rilis Fed Minutes Dorong Rebound Wall Street

Pergerakan tiga indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street berhasil rebound dan ditutup positif pada akhir perdagangan Rabu (23/5/2018), menyusul rilis risalah rapat kebijakan The Federal Reserve (FOMC minutes).
Renat Sofie Andriani | 24 Mei 2018 06:12 WIB
Bursa AS Wall Street - Reuters/Carlo Allegri

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan tiga indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street berhasil rebound dan ditutup positif pada akhir perdagangan Rabu (23/5/2018), menyusul rilis risalah rapat kebijakan The Federal Reserve (FOMC minutes).

Risalah rapat The Fed pada 1-2 Mei 2018 yang baru saja dirilis menunjukkan bahwa inflasi yang lebih tinggi kemungkinan tidak akan menyebabkan laju penaikan suku bunga lebih cepat.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 0,21% atau 52,4 poin di level 24.886,81, indeks S&P 500 naik 0,32% atau 8,85 poin di 2.733,29, sedangkan indeks Nasdaq Composite ditutup menguat 0,64% atau 47,50 poin di level 7.425,96.

Dilansir dari Reuters, Kamis (24/5), mayoritas pembuat kebijakan The Fed berpikir kemungkinan penaikan suku bunga lebih lanjut diperlukan dalam waktu dekat jika prospek ekonomi AS tetap utuh.

Risalah rapat tersebut juga menunjukkan sedikit bukti mengenai kondisi pasar tenaga kerja yang terlalu panas.

Pergerakan bursa saham berbalik naik menyusul kabar tersebut. Sektor utilitas dan real estat pada S&P 500 yang sensitif terhadap isu suku bunga mengakhiri sesi dengan persentase kenaikan terbesar. Di sisi lain, sektor finansial, yang diuntungkan dari kondisi kenaikan suku bunga berakhir turun 0,6%.

“Pasar mungkin bernapas sedikit lega karena mengetahui bahwa inflasi bahkan jika mencapai sedikit di atas 2% mungkin tidak berarti laju kenaikan [suku bunga] yang lebih cepat,” kata Mike Baele, managing director US Bank Private Client Wealth Management di Portland, Oregon.

The Fed telah menaikkan biaya pinjaman sebanyak satu kali sepanjang tahun ini, yakni pada Maret. Pembuat kebijakan saat ini secara seimbang terbagi antara ekspektasi dua atau tiga kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini.

Sementara itu, investor telah mengantisipasi kenaikan suku bunga dalam pertemuan kebijakan The Fed berikutnya pada 12-13 Juni 2018.

Sebelum kabar tentang FOMC minutes, pasar terbebani komentar Presiden AS Donald Trump yang memicu skeptisisme lebih lanjut atas diskusi perdagangan antara AS dan China.

Trump telah mengisyaratkan arah baru untuk diskusi perdagangan, dengan mengatakan bahwa arah saat ini terlihat terlalu sulit untuk diselesaikan. Komentar tersebut muncul hanya sehari setelah dia mengungkapkan ketidakpuasannya dengan pembicaraan perdagangan antara dua negara itu baru-baru ini.

Padahal, selama akhir pekan kemarin, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyatakan ada kesepakatan antara AS dan China untuk menangguhkan prospek perang dagang serta mengadakan lebih banyak pembicaraan untuk meningkatkan ekspor AS ke China.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top