Tatap Muka Trump-Kim Jong Un Tak Pasti, Bursa Jepang Melemah

Bursa saham Jepang melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini, Rabu (23/5/2018), terbebani penguatan kinerja mata uang yen di tengah ketidakpastian pertemuan antara para pemimpin Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara bulan depan.
Renat Sofie Andriani | 23 Mei 2018 15:07 WIB
Indeks Topix - web

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Jepang melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini, Rabu (23/5/2018), terbebani penguatan kinerja mata uang yen di tengah ketidakpastian pertemuan antara para pemimpin Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara bulan depan.

Indeks Topix dibuka turun 0,33% atau 5,90 poin di level 1.803,67 dan berakhir melemah 0,68% atau 12,26 poin di level 1.797,31. Dari 2.080 saham pada indeks Topix, 799 saham di antaranya menguat, 1.180 saham melemah, dan 101 saham stagnan.

Saham Toyota Motor Corp. dan Sony Corp. yang masing-masing melemah 1,22% dan 2,50% menjadi penekan utama terhadap pelemahan Topix pada akhir perdagangan hari ini.

Adapun indeks Nikkei 225 melemah 1,18% atau 270,60 poin dan ditutup di level 22.689,74, setelah dibuka turun 0,40% atau 91,55 poin di posisi 22.868,79. Sebanyak 28 saham menguat, 194 saham melemah, dan 3 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei.

Saham Fast Retailing Co. Ltd. dan SoftBank Group Corp. yang masing-masing anjlok 3,51% dan 1,92% menjadi penekan utama terhadap koreksi Nikkei.

Sementara itu, nilai tukar yen hari ini terpantau menguat 0,47% atau 0,52 poin ke posisi 110,38 per dolar AS pada pukul 13.52 WIB, setelah berakhir terapresiasi 0,14% atau 0,15 poin di level 110,90 pada perdagangan Selasa (22/5).

Dilansir dari Bloomberg, saham produsen elektronik dan mobil menjadi penekan terbesar terhadap pelemahan Topix hari ini saat yen menguat.

Nilai tukar yen melanjutkan apresiasinya terhadap dolar AS untuk hari kedua, setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pertemuannya dengan pemimpin Korut Kim Jong Un kemungkinan besar tidak akan berlangsung seperti yang direncanakan pada 12 Juni.

“Pasar bergantung pada optimisme seputar situasi Korea Utara dan telah mengadopsi sikap untuk aset berisiko. Jadi, investor melepaskan posisi tersebut akibat kekhawatiran bahwa pertemuan itu dapat ditunda,” ujar Toshio Sumitani, chief market analyst di Tokai Tokyo Research Institute Co.

“Selain itu, bursa saham Jepang telah rebound terlampau cepat dalam dua bulan terakhir dari pelemahannya awal tahun ini, jadi sejumlah investor melakukan ambil untung,” tambahnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa jepang

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top