BURSA AS: Wall Street Terbebani Komentar Trump Tentang Korut dan ZTE

Bursa Wall Street memerah pada akhir perdagangan Selasa (22/5/2018), terbebani ketidakpastian seputar hasil pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China serta pelemahan saham energi dan industri.
Renat Sofie Andriani | 23 Mei 2018 06:07 WIB
Bursa AS melemah. - .

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Wall Street memerah pada akhir perdagangan Selasa (22/5/2018) atau Rabu pagi WIB, terbebani ketidakpastian seputar hasil pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China serta pelemahan saham energi dan industri.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir melemah 0,72% atau 178,88 poin di level 24.834,41, indeks S&P 500 melandai 0,31% atau 8,57 poin di 2.724,44, sedangkan indeks Nasdaq Composite ditutup turun 0,21% atau 15,58 poin di level 7.378,46.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa menyatakan ketidakpuasannya dengan pembicaraan perdagangan baru-baru ini antara AS dan China. Sebelumnya, ia juga mengatakan belum ada kesepakatan dengan China terkait ZTE Corp.

Trump melayangkan rencana untuk mendenda ZTE serta menggoyang manajemen perusahaan tersebut setelah pemerintahannya mempertimbangkan untuk mengurangi penalti lebih berat yang dikenakan karena melanggar sanksi AS dengan pengiriman barang ke Iran.

Pada saat yang sama, Trump juga mengatakan pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kemungkinan besar tidak akan berlangsung seperti yang direncanakan pada 12 Juni.

Komentarnya muncul justru setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin selama akhir pekan menyatakan bahwa baik AS dan China memutuskan menangguhkan perang dagang serta sepakat mengadakan lebih banyak pembicaraan untuk meningkatkan ekspor AS ke China.

“Komentar Trump tentang Korea Utara dan tidak adanya kesepakatan dengan ZTE membebani euforia kemarin menjadi kenyataan bahwa masalah perdagangan ini tidak akan berakhir secepat yang dipikirkan banyak orang,” kata Robert Pavlik, chief investment strategist dan senior portfolio manager di SlateStone Wealth LLC.

“Oleh karenanya, Anda melihat sedikit penurunan,” tambahnya, seperti dikutip Reuters.

Sektor industri turun 1,3%, sehari setelah membukukan penguatan persentase terbaiknya dalam hampir dua bulan akibat gencatan senjata perdagangan antara AS dan China, sedangkan indeks energi turun 1,3%.

Di sisi lain, saham Tesla Inc turun 3,3%, sekaligus membawanya ke level penutupan terendah sejak awal April, sehari setelah Consumer Reports menyatakan mobil Model 3 baru besutan Tesla, terlepas dari berbagai hal positif, memiliki cacat besar utamanya terkait dengan pengereman.

CEO Tesla Elon Musk pada Senin malam (21/5/2018) mencuit dalam Twitter bahwa kesalahan pengereman dapat diperbaiki dengan update software. Consumer Reports pun menyatakan akan menguji ulang rem tersebut.

 

Tag : wall street
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top