April 2018, Acset Indonusa (ACST) Kantongi Kontrak Pekerjaan Pondasi Rp70 Miliar

PT Acset Indonusa Tbk. mengantongi kontrak baru dari pekerjaan pondasi Rp70 miliar pada April 2018.
M. Nurhadi Pratomo | 23 Mei 2018 10:13 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—PT Acset Indonusa Tbk. mengantongi kontrak baru dari pekerjaan pondasi Rp70 miliar pada April 2018.

Sekretaris Perusahaan Acset Indonusa Maria Cesilia Hapsari mengatakan perseroan mendapatkan pekerjaan pondasi di Fly Ash Silo, Batang, Jawa Tengah, senilai Rp30 miliar. Selain itu, emiten berkode saham ACST tersebut mendapatkan kontrak baru dari proyek Graha Pertamina senilai Rp40 miliar.

“Kami baru mendapat proyek-proyek pondasi nilainya total sekitar Rp70 miliar,” jelasnya saat dihubungi Bisnis.com, baru-baru ini.

Maria menyebut dua pekerjaan tersebut merupakan nilai kontrak baru perdana yang didapatkan perseroan pada 2018. Pasalnya, ACST belum mengantongi kontrak baru sampai dengan kuartal I/2018.

Kendati demikian, dia menyebut nilai kontrak baru yang didapatkan masih sangat kecil. Oleh karena itu, pihaknya berharap dapat memenangkan proyek infrastruktur yang tengah dalam proses tender.

Direktur Independen Acset Indonusa Djoko Prabowo sebelumnya menjelaskan bahwa perseroan tengah membidik tender proyek tol Jakarta-Cikampek dan Serpong-Balaraja. Nilai kontrak untuk kedua proyek tersebut diperkirakan Rp900 miliar dan Rp3,8 triliun.

Kendati demikian, Djoko menyebut perseroan tidak akan mengerjakan sendiri proyek tersebut. Emiten berkode saham ACST itu menyatakan akan melakukan joint operation dengan Adhi Karya.

Presiden Direktur Acset Indonusa Jeffrey Gunadi Chandrawijaya mengatakan akan menggandeng mitra strategis dalam membidik proyek infrastruktur. Hal tersebut sebagai langkah perseroan untuk memenuhi kebutuhan modal.

Acset Indonusa mengantongi pendapatan Rp733,72 miliar pada kuartal I/2018. Jumlah tersebut naik 44,94% dibandingkan dengan periode sebelumnya Rp506,22 miliar.

ACST itu tercatat memiliki total aset Rp6,23 triliun pada kuartal I/2018. Perseroan membukukan kenaikan total aset secara tahunan 17,48%.

Total ekuitas perseroan hanya tumbuh tipis 2,68% secara tahunan. Jumlah ekuitas per kuartal I/2018 Rp1,47 triliun.

Di sisi lain, liabilitas yang dimiliki perseroan pada periode tersebut tercatat naik 22,98% secara tahunan. Total liabilitas naik dari Rp3,89 triliun pada kuartal I/2017 menjadi Rp4,75 triliun.

Dengan demikian, ACST mengantongi laba bersih komprehensif yang diatribusikan kepada entitas induk Rp38,92 triliun pada kuartal I/2018. Pencapaian tersebut tumbuh 27,14% secara tahunan.

Akan tetapi, arus kas bersih ACST dari aktivitas operasi berada di posisi negatif pada kuartal I/2018. Tercatat, arus kas perseroan minus Rp116,83 miliar.

Tag : acset indonusa
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top