HARGA KARET: Sentuh Level Tertinggi, Ini Pendorongnya

Reli harga karet berlanjut pada akhir perdagangan hari keempat berturut-turut, Senin (21/5/2018), seiring melemahnya kinerja mata uang yen Jepang.
Renat Sofie Andriani | 21 Mei 2018 14:11 WIB
Petani menoreh pohon karet di kawasan perkebunan kebun karet Jawi jawi, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Rabu (5/7). - ANTARA/Abriawan Abhe

Bisnis.com, JAKARTA– Reli harga karet berlanjut pada akhir perdagangan hari keempat berturut-turut, Senin (21/5/2018), seiring melemahnya kinerja mata uang yen Jepang.

Harga karet untuk pengiriman Oktober 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup menguat 3,15% atau 6,10 poin di level 200 yen per kilogram (kg), level tertinggi sepanjang masa kontrak berjalan.

Pagi tadi harga komoditas bahan utama pembuatan ban ini dibuka dengan kenaikan 0,31% atau 0,60 poin di posisi 194,50, setelah berakhir menguat 2,11% atau 4 poin di level 193,90 pada perdagangan Jumat (18/5).

Sementara itu, nilai tukar yen hari ini terpantau melemah 0,55% atau 0,61 poin ke posisi 111,37 per dolar AS pada pukul 13.46 WIB, setelah berakhir terapresiasi tipis 0,01% atau 0,01 poin di level 110,76 pada perdagangan Jumat (18/5).

“Bursa karet ditopang aksi beli saat kekhawatiran seputar ekonomi China telah mereda setelah Amerika Serikat dan China sepakat menangguhkan potensi perang dagang,” ujar Gu Jiong, analis Yutaka Shoji, seperti dikutip dari Bloomberg.

Berdasarkan laporan Xinhua News Agency yang dikutip Bloomberg, Minggu (20/5/2018), Wakil PM China Liu He sebagai utusan khusus Presiden China Xi Jinping ke Washington menyatakan, pembicaraan dengan pejabat AS termasuk Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross, dan Kepala Perwakilan Perdagangan AS (USTR) Robert Lighthizer, berakhir dengan keputusan untuk tidak akan memicu terjadinya perang dagang.

“Pelemahan yen terhadap dolar AS juga membuat bursa berjangka yang berdenominasikan yen lebih terjangkau bagi investor asing,” lanjut Gu.

Penguatan karet, tambahnya, juga ditopang harga karet Thailand yang tetap kuat di tengah musim produksi yang rendah hingga Mei.

Sejalan dengan karet, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2018 menguat 0,70% atau 0,50 poin ke posisi U$71,78 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 13.36 WIB.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Oktober 2018 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

21/5/2018

200,00

+3,15%

18/5/2018

193,90

+2,11%

17/5/2018

189,90

+0,74%       

16/5/2018              

188,50

+0,21%

15/5/2018

188,10

-2,18%

Sumber: Bloomberg

Tag : harga karet
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top