BURSA SAHAM 21 MEI: IHSG Ditutup Melemah 0,86%

Menutup perdagangan hari ini, Senin (21/5/2018), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,86% atau 49,46 poin di level 5.733,85.
Aprianto Cahyo & Renat Sofie | 21 Mei 2018 16:02 WIB
Pengunjung berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Selasa (16/1/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Menutup perdagangan hari ini, Senin (21/5/2018), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,86% atau 49,46 poin di level 5.733,85.

Octavianus Marbun, Analis Waterfront Sekuritas Indonesia mengemukakan penutupan minggu ketiga bulan Mei 2018, bergerak melemah dan melanjutkan pelemahan IHSG pada Jumat (18/5/2018) secara mingguan ditutup melemah pada level 5783.31, mengalami pelemahan sebanyak 2.91 % dari penutupan minggu lalu.

Tercatat sejak awal perdagangan sudah dibuka melemah pada level 5933.46, lalu bergerak melemah dan sempat rebound. Hari kedua melemah lagi. Pelemahan terendah dicapai hari ketiga di 5.738.58 (level terendah raihan pekan ini), lalu rebound tipis di penutupan, ditutup melemah kembali dibawa level .5800.

Dia mengemukakan dalam perdagangan sepekan kemarin, pelemahan terlihat dipola trend ADX dengan trend naik yang berkurang (+DI 13) pekan lalu +DI 14, sementara tren turun bertambah (-DI 32) pekan lalu –DI 29.

“IHSG dalam jangka menengah masih dalam tren turun, dengan tekanan jual di beberapa saham LQ 45. Namun secara intraday diperkirakan masih dapat rebound tipis jika kuat di level support –nya,” kata Octavianus seperti dikutip dari risetnya.

Dia mengemukakan, indikator Bollinger Bands mulai membuka dengan level bawah di 5.615,20, level mid di 6.002.61, level RSI pun melemah dilevel 36,61 (minggu lalu level 41,45), dengan indikasi Stochastic %K tidak jadi cross %D keatas dimana volume stabil di antara tekanan jual.

Selama satu pekan perdagangan kemarin, investor asing melakukan net sell – Rp3.41 triliun, dimana pekan sebelumnya terjadi net sell sebesar – Rp1,61 triliun.

Total net buy/sell asing sampai dengan bulan Mei tahun 2018 ini sebesar - Rp40,74 triliun.

Octavianus mengemukakan untuk perdagangan pekan ini dalam periode menengah, pasar diprediksi masih dalam cloud down trend.

Untuk periode intraday indeks berpotensi menguat tipis. Namun apabila tidak berhasil melewati level resisten-nya, IHSG akan melemah kembali.

“Penguatan untuk periode mingguan diperkirakan indeks harus membentuk pola penguatan yang baru secara teknikal dengan didukung volume,” kata Octavianus.

Untuk pekan depan support line berada pada level 5.578,72, dengan level support indeks sepekan depan berada dikisaran level 5.667.19 – 5.738,58.

Berikut pergerakan indeks sepanjang hari ini yang dicatat Bisnis.com.

16:03 WIB

Pukul 16.00 WIB: IHSG Ditutup Melemah 0,86% di 5.733,85

Menutup perdagangan hari ini, Senin (21/5/2018), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,86% atau 49,46 poin di level 5.733,85.

15:32 WIB

Pukul 15.29 WIB: Jelang Tutup Dagang, IHSG Melemah 0,72% ke 5.741,44

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,72% atau 41,87 poin ke level 5.741,44 menjelang penutupan perdagangan hari ini, Senin (21/5/2018).

13:37 WIB

Pukul 13.34 WIB: Awal Sesi II, IHSG Melemah 0,72% ke 5.741,95

Mengawali sesi II perdagangan hari ini, Senin (21/5/2018), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,72% atau 41,36 poin ke level 5.741,95.

13:01 WIB

Akhir Sesi I, Asing Net Sell Rp429 Miliar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menetap di zona merah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (21/5/2018).

IHSG melemah 0,72% atau 41,73 poin ke level 5.741,57 pada akhir sesi I, setelah juga dibuka melemah 0,07% atau 4,07 poin ke di level 5.779,24. Pada perdagangan Jumat pekan lalu (18/5), IHSG ditutup melemah 0,56% atau 32,61 poin di level 5.783,31.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.719,47 – 5.786,39. Sebanyak 135 saham menguat, 210 saham melemah, dan 236 saham stagnan dari 582 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Dalam risetnya yang diterima Bisnis.com, Vice President of Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mencatat aksi net sell investor asing hingga akhir sesi I hari ini mencapai Rp429,19 miliar

Adapun nilai transaksi hingga akhir sesi I mencapai Rp3,88 triliun, dengan total volume perdagangan mencapai 46,89 juta lembar saham.

William mengungkapkan pelemahan IHSG hari ini dipengaruhi oleh faktor konsolidasi di tengah fluktuasi pada nilai tukar rupiah.

Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG tertekan di zona merah dengan pelemahan terbesar dialami sektor finansial yang merosot 1,61%, disusul sektor infrastruktur yang turun 1,26%.

Adapun tiga sektor lainnya menguat dan menahan pelemahan IHSG lebih lanjut, dipimpin oleh sektor pertanian yang menguat 2,38%.

12:02 WIB

Pukul 12.00 WIB: Akhir Sesi I, IHSG Melemah 41,73 poin ke level 5.741,57

Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 0,72% atau 41,73 poin ke level 5.741,57 di akhir perdagangan sesi I.

11:34 WIB

Pukul 11.32 WIB: Jelang Akhir Sesi I, IHSG Melemah 39,53 Poin ke 5.743,78

Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 0,68% atau 39,53 poin ke level 5.743,78 menjelang akhir perdagangan sesi I.

10:39 WIB

Pk. 10:32 WIB: IHSG Turun ke 5.749,09

IHSG melemah 34,21 poin atau 0,59% ke 5.749,09

08:58 WIB

Pukul 8.55 WIB: IHSG Dibuka Melemah 4,07 Poin ke 5.779,24

Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,07% atau 4,07 poin ke level 5.779,24.

08:54 WIB

INDO PREMIER: Target Pelemahan IHSG pada Level 5.740

Bisnis.com, JAKARTA—PT. Indo Premier Securities memperkirakan indeks harga saham gabungan pada perdagangan hari ini, Senin (21/5/2018) bergerak di kisaran 5.740–5.830.

Dikemukakan, indeks kembali ditutup di bawah EMA5,10 dan membentuk pola black closing marubozu yang merupakan sinyal bearish continuation, stochastic netral dan MACD histogram convergence negatif.

“Target pelemahan indeks pada level 5.740, kemudian 5.700 dengan resist di level 5.830 dan 5.880,” tulis Indo Premier Securities dalam risetnya yang diterima pagi ini, Senin (21/5/2018).

PT. Indo Premier Securities pada perdagangan hari ini merekomendasikan saham sebagai berikut:

UNVR (46.175)

Rekomendasi: Spec Buy

Candle ditutup membentuk pola white opening marubozu yang merupakan sinyal bullish continuation, stochastic netral dan MACD histogram convergence negatif. Target kenaikan harga pada level 46.800 kemudian 47.400 dengan support di level 45.500, cut loss jika break 44.850.        

LSIP (1.170)

Rekomendasi: Spec Buy

Candle ditutup di atas EMA5,10 dan membentuk pola long white opening marubozu yang merupakan sinyal bullish continuation, stochastic netral dan MACD bullish cross over. Target kenaikan harga pada level 1.230 kemudian 1.290 dengan support di level 1.120, cut loss jika break 1.070.

ANTM (850)

Rekomendasi: Spec Buy

Candle ditutup di atas EMA50 dan membentuk pol long white marubozu yang merupakan sinyal bullish continuation, stochastic netral dan MACD berpeluang bullish crossover. Target kenaikan harga pada level 865 kemudian 880 dengan support di 835, cut loss jika break 820.

 

08:44 WIB

MEGA CAPITAL: IHSG Cenderung Melemah

PT. Mega Capital Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini bergerak di kisaran 5.735—5.845.

“IHSG fluktuatif, cenderung melemah,” tulis Mega Capital Sekuritas dalam risetnya yang diterima pagi ini, Senin (21/5/2018).

IHSG kembali ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan kemarin melanjutkan pelemahan yang terjadi sehari sebelumnya. Indeks berpotensi melanjutkan pelemahannya menuju support level 5.735. Stochastic berada pada kecenderungan melemah. Namun jika indeks berbalik menguat, berpeluang menguji level resisten 5,845.

Selama perdagangan pekan lalu, IHSG mengalami koreksi sebesar 2,9%, dan ditutup di di level 5.783.

Pelemahan indeks dipengaruhi oleh rilis data neraca dagang Indonesia untuk April 2018 yang mencatatkan defisit sebesar US$ 1.63 miliar, teror bom Surabaya, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menembus level psikologis di level 14.000, dan keputusan Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4.5%.

Sementara itu, Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat dengan indeks S&P 500 turun 0.26%, DJIA flat dan Nasdaq turun 0.38%. Pelaku pasar memperhatikan jalannya perundingan perdagangan antara AS dan China. Selain itu, naiknya imbal hasil obligasi AS ke level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, kenaikan harga minyak mentah dunia dan rilis kinerja kuartal I 2018 emiten juga menjadi katalis penggerak indeks.

PT. Mega Capital Sekuritas pada perdagangan hari ini merekomendasikan lima saham dengan rincian sebagai berikut:

 

Kode saham    Rekomendasi  Take Profit/Bottom Fishing    Stop Loss/Buy Back

PGAS              Spec.Buy         2,070                                       1,945

LSIP                Spec.Buy         1.220-1.240                             1,135

INCO              S o S                3.500                                       3.850

ANTM            Trd. Buy          880-890                                   820

ADRO            S o S                1.835-1.800                             1.970

08:21 WIB

AS Tunda Perang Dagang Dengan China

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut belum akan mengenakan tarif pada produk-produk China untuk saat ini, setelah kedua negara membuat kemajuan terkait isu perdagangan selama dua hari perundingan.

“Kami sedang menunda perang perdagangan. Jadi saat ini, kami sepakat untuk menangguhkan pengenaan tarif, sementara kami mencoba melaksanakan kerangka kerjanya,” ujar Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin kepada 'Fox News Sunday', seperti dikutip Bloomberg, Senin (21/5/2018).

Seperti diketahui, Presiden Donald Trump telah mengancam akan mengenakan tarif impor senilai US$150 miliar pada sejumlah produk China, demi menindak negeri Tirai Bambu yang dianggap melanggar kekayaan intelektual Amerika serta melakukan praktik perdagangan yang tidak adil.

Di lain pihak, China berjanji untuk melakukan pembalasan dengan memberlakukan tarif impor untuk produk-produk AS, mulai dari kacang kedelai hingga pesawat terbang.

Pernyataan Mnuchin tersebut akan melegakan para investor, yang telah mengkhawatirkan bahwa kedua negara berkekuatan ekonomi terbesar dunia itu sedang berada di ambang konflik perdagangan habis-habisan.

Dana Moneter Internasional (IMF) telah memperingatkan bahwa perang perdagangan global akan melemahkan pergerakan global dalam beberapa tahun.

Namun, ketika ditanya tentang apakah Trump telah mencabut ancaman pemberlakuan tarif tersebut, Larry Kudlow, penasihat ekonomi Trump, berkata bahwa tahap itu belum tercapai.

“Tarif adalah bagian dari negosiasi, dan tarif mungkin harus menjadi bagian dari suatu tindakan tegas. Anda tidak dapat melakukan perubahan besar seperti ini tanpa menggunakan semua yang ada dalam opsi,” kata Kudlow kepada CBS, Minggu (20/5/2018) waktu setempat.

Masih juga belum jelas berapa lama gencatan senjata antara keduanya akan berlangsung. Trump seringkali mengubah posisinya terkait isu-isu perdagangan.

Contohnya saja, dia telah sering menyatakan bahwa pembicaraan tentang Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara yang baru berjalan dengan baik, namun kemudian kembali mengancam untuk menarik diri dari pakta tersebut.

Komentar Mnuchin tersebut muncul setelah kedua negara pada hari Sabtu (19/5/2018) merilis pernyataan bersama, dimana China mengusulkan untuk meningkatkan pembelian barang-barang AS secara signifikan.

08:13 WIB

BINAARTHA: IHSG Berpeluang Melemah

Binaartha Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini, Senin (21/5) mengindikasikan adanya peluang terjadinya pelemahan lanjutan.

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama menjelaskan IHSG ditutup melemah 0,57% di level 5783.310 pada 18 Mei 2018. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5763.263 hingga 5743.216. Sementara itu, resisten pertama maupun kedua memiliki range pada level 5823.404 hingga 5863.498.

Berdasarkan indikator daily, MACD berhasil membentuk golden cross di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral.

Namun, terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya peluang terjadinya pelemahan lanjutan pada pergerakan indeks saham, sehingga berpotensi menuju ke area level support.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

*CPIN, Daily (3410) (RoE: 22.83%; EPS: 242.88; PER: 14.00x; PBV: 3.20x; Beta: 1.75):* Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham.“Buy on Weakness” pada area level 3360 - 3400, dengan target harga secara bertahap di level 3590, 3710, 3800 dan 4210. Support: 3230.

*CTRA, Daily (970) (RoE: 3.20%; PER: 36.03x; EPS: 26.92; PBV: 1.45x; Beta: 2.39):* Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 960 - 980, dengan target harga secara bertahap di level 1040 dan 1100. Support: 920.

*ICBP, Daily (8000) (RoE: 21.55%; PER: 19.35x; EPS: 414.68; PBV: 4.16x; Beta: 1.11):* Terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Beli” pada area level 7950 – 8050, dengan target harga secara bertahap di level 8125, 8200, 8500, 8800 dan 9100. Support: 7900.

*INDF, Daily (6375) (RoE: 8.92%; PER: 13.51x; EPS: 473.69; PBV: 1.20x; Beta: 0.88):* Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level level 6250 – 6400, dengan target harga secara bertahap di level 6600, 6750 dan 6850. Support: 6100.

*LPPF, Daily (8800) (RoE: 35.76%; PER: 26.86x; EPS: 340.32; PBV: 9.30x; Beta: 2.11):* Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola a bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Beli” pada area level 8700 – 8900, dengan target harga secara bertahap di level 9200 dan 9675. Support: 8500.

*RALS, Daily (1340) (RoE: 1.67%; PER: 161.84x; EPS: 8.28; PBV: 2.70x; Beta: 1.53):* Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Beli” pada area level 1285 - 1345, dengan target harga di level 1385. Support: 1275.

08:17 WIB

RELIANCE: IHSG Coba Menguat

Reliance Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG akan bergerak kembali terkonsolidasi mencoba menguat pada perdagangan awal pekan ini dengan rentang perdagangan 5738-5845.

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi menjelaskan mayoritas indeks Asia menutup pekan dengan penguatan. Nikkei (+0.40%), TOPIX (+0.38%), HangSeng (+0.34%), CSI (+1.01%) dan KOSPI (+0.50%) ditutup pada zona hijau ditengah laporan saling bertentangan atas kemajuan pembicaraan perdagangan antara China dan AS.

IHSG (-0.56%) ditutup melemah 32.61 poin pada level 5783.31 dengan tekanan pelemahan sektor Aneka Industri (-2.47%) dan Property (-1.27%). Rupiah melemah terhadap USD sebesar 0.7% dilevel 14156 terlemah sejak tahun 2015 menjadi faktor utama pelemahan meskipun Bank Indonesia telah menaikan suku bunga 25bps diakhir sesi perdagangan sebelumnya.

Kekhawatiran mencuat pada sektor properti dan perbankan disaat trend suku bunga yang kembali naik. Investor asing pun tercatat net sell 689.42 Miliar rupiah dengan BBRI, BBCA dan BMRI menjadi top net sell value.

Bursa saham Eropa dibuka melemah pada akhir pekan meskipun penguatan terjadi pada mayoritas indeks saham di Asia. Indeks Eurostoxx (-0.51%), FTSE (-0.20%) dan DAX (-0.15%) dibuka pada zona negatif. Saham emiten telekomunikasi dan teknologi memimpin pelemahan.

Kekhawatiran risiko pada pemerintah China menggambarkan laporan mengenai usaha pemangkasan surplus perdagangan yang tidak ada dan prospek perbincangan perdagangan terbaru oleh AS menjadi salah satu faktor.

Pergerakan IHSG secara teknikal diakhir pekan kembali tertekan pada level MA5 dengan peluang menguji level support pada momentum dan pergerakan bearish indikator Stochastic meskipun kondisi Indikator RSI masih cukup murah pada area oversold.

Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak kembali terkonsolidasi mencoba menguat pada perdagangan awal pekan pada rentan 5738-5845.

Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya ANTM, LSIP, MYOR, PGAS, SMBR, TINS, UNVR.

06:54 WIB

KGI SEKURITAS: IHSG Sideways

PT. KGI Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks harga saham gabungan (IIHSG) pada perdagangan hari ini bergerak di kisaran support 5.740-5.690-5.620-5.520-5.450,  dan resisten 5.860-5.940-6.050-6.120-6.220-6.380.

 “IHSG sideways, trading jangka pendek saja,” Yuganur Wijanarko Senior Research, periset senior PT. KGI Sekuritas Indonesia seperti dikutip dalam risetnya.

Dia mengemukakan, pasar masih mencari arah dengan konsolidasi dalam bentuk short term sideways trend.

“Dalam kondisi tersebut, rekomen untuk trading cepat saja dengan memperhitungkan cutloss point. Agar tidak terseret ke perubahan mendadak menjadi tren turun jangka pendek kembali,” kata Yuganur.

PT. KGI Sekuritas Indonesia merekomendasikan buy saham HMSP, GJTL, ADHI, TLKM, dengan rincian sebagai berikut:

HM Sampoerna (HMSP)

Profit taking target: Rp3.850-R4.050

Entry (1) Rp3.510, Entry (2) Rp3.410, Cut loss point Rp3.330

 

Gajah Tunggal (GJTL)

Profit taking target Rp840-Rp860

Entry (1) Rp805, Entry (2) Rp795, Cut loss point Rp775

 

Adhi Karya (ADHI)

Profit taking target Rp2.020-Rp2.120

Entry (1) Rp1.890, Entry (2) Rp1.850, Cut loss point Rp1.790

 

Telekomunikasi (TLKM) (BUY)

Profit taking target Rp3.620-Rp3.720

Entry (1) Rp3.410, Entry (2) Rp.3.350, cut loss point Rp3.280

 

 

06:53 WIB

INDOSURYA: IHSG Diprediksi Naik

PT Indosurya Bersinar Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Senin (21/5/2018) bergerak di kisaran 5.721 – 6.002.

William Surya Wijaya, PT Indosurya Bersinar Sekuritas mengemukakan, mengawali pekan ketiga di bulan kelima ujarnya, terindikasi bahwa IHSG berpotensi mulai menggeliat naik.

Hal itu tambah dia, tentunya didorong oleh masih kuatnya fundamental perekonomian serta terlihat dari membaiknya laporan kinerja emiten kuartal I/2018 serta sikap optimis emiten baru yang terus menerus juga melakukan IPO hingga saat ini.

Tentunya semua itu menunjukkan bahwa pertumbuhan perekonomian dan pasar modal dalam jangka panjang masih cukup menjanjikan.

Sedangkan tekanan yang masih berpeluang terjadi adalah disebabkan beberapa faktor termasuk kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“IHSG hari ini berpotensi menguat,” kata William seperti dikutip dalam risetnya.

PT Indosurya Bersinar Sekuritas pada perdagangan hari ini emrekomendasikan saham BBNI, SRIL, WSBP, BJTM, MYOR, UNVR, ICBP, HMSP, SMRA, WIKA, WTON, TLKM.

 

 

Tag : Kinerja Saham
Editor : News Editor

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top