Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tahun ini, Destinasi Tirta Nusantara (PDES) Targetkan Kenaikan Pendapatan 20%

Emiten penyedia jasa pariwisata, PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk. menargetkan pendapatan perseroan pada tahun ini dapat terkerek hingga 20% dibandingkan 2017. Adapun, pada tahun lalu perseroan hanya membukukan kenaikan pendapatan sebesar 0,95%.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 02 Mei 2018  |  19:52 WIB
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten penyedia jasa pariwisata, PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk. menargetkan pendapatan perseroan pada tahun ini dapat terkerek hingga 20% dibandingkan 2017. Adapun, pada tahun lalu perseroan hanya membukukan kenaikan pendapatan sebesar 0,95%.

Pada 2018, perseroan akan menempuh sejumlah ekspansi seperti membuka kantor perwakilan di sejumlah Negara di Asia Tenggara. Keterlibatan perusahaan Grup Panorama tersebut pada Asian Games dan IMF World Bank Annual Meeting pun diharapkan dapat mengerek pendapatan pada tahun ini.

Direktur Pengembangan Bisnis Destinasi Tirta Nusantara, Ricky Setiawanto mengungkapkan perseroan pada tahun ini juga agresif menangkap peluang kenaikan jumlah wisatawan dari Asia Selatan, setelah maskapai Garuda Indonesia membuka penerbangan langsung Mumbai-Bali pada Maret 2018.

“Tahun ini kami menyiapkan paket-paket untuk Asian Games dan konferensi IMF-WB. Permintaan dari peserta IMF-WB sudah ada. Kami harap event ini bisa menaikkan jumlah wisatawan yang akan kami tangani pada tahun ini,” ungkap Ricky di Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Ricky mengungkapan penerbangan langsung dari India pun diharapkan dapat mengerek jumlah wisatawan yang ditangani perseroan. Sebelumnya, untuk mencapai Bali, masyarakat Negeri Taj Mahal harus terlebih dahulu transit di Bangkok dan Jakarta, sehingga minat untuk mengunjungi Indonesia tidak besar.

Padahal, volume masyarakat India yang gemuk sangat potensial sebagai pasar industri pariwisata nasional.

Adapun, perseroan hanya membukukan kenaikan pendapatan 0,95% pada 2017, terdampak peristiwa erupsi Gunung Agung yang memukul permintaan selama kuartal III-IV tahun lalu. Emiten dengan kode saham PDES tersebut menggantukan nyaris 80% pendapatannya pada aktivitas bisnis di Pulau Dewata.

Sementara itu, Direktur Keuangan Destinasi Tirta Nusantara, Vinita Surya mengungkapkan pada tahun ini perseroan mematok belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar maksimal Rp20 miliar, di mana 50% di antaranya akan digunakan untuk belanja armada medium bus.

“Jumlah armada big bus kami sudah cukup banyak, dan saat ini permintaan untuk medium bus cukup tinggi,” ungkap Vinita.

Dengan penambahan infrastruktur, Vinita berharap perseroan dapat menangkap peluang pasar dari Asian games dan IMF-WB Annual Meeting, dengan target wisatawan yang ditangani perseroan meningkat 20%—22% dari tahun lalu.

Pada 2017, perseroan menangani 161.849 wisatawan asing yang sebagian besarnya berasal dari Eropa, Amerika Serikat, Kanada, dan Asia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

destinasi tirta nusantara
Editor : Riendy Astria
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top