Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RAJA Siapkan Dana US$55 Juta Akuisisi Perusahaan Gas

Emiten yang bergerak di sektor distribusi gas yakni PT Rukun Raharja Tbk. berencana untuk melakukan akuisisi terhadap perusahaan yang bergerak di sektor tersebut pada tahun ini. Dana yang disiapkan oleh perseroan untuk akuisisi itu mencapai US$55 juta.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 29 April 2018  |  13:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten yang bergerak di sektor distribusi gas yakni PT Rukun Raharja Tbk. berencana untuk melakukan akuisisi terhadap perusahaan yang bergerak di sektor tersebut pada tahun ini. Dana yang disiapkan oleh perseroan untuk akuisisi itu mencapai US$55 juta.

Direktur Keuangan PT Rukun Raharja Tbk. Oka Lesmana mengatakan, aksi korporasi ini dilakukan sebagai upaya untuk mendongkrak pendapatan perseroan, mengingat pada tahun lalu kinerja operasional emiten berkode saham RAJA ini kurang moncer.

"Akuisisi rinciannya akan kami ungkapkan pertengahan tahun. Yang pasti sekarang sedang proses dan tujuannya adalah untuk pengembangan yang menunjang integrasi lini bisnis kami," jelasnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia menambahkan, perseroan tidak hanya ingin menggeluti lini bisnis di sektor distribusi atau perdagangan gas, namun juga lini bisnis pendukung lainnya misalnya pembangkit listrik tenaga gas. "Ini aksi strategis karena kami akan melengkapi siklus industri di bidang minyak dan gas," imbuhnya.

Selain melakukan akuisisi, perseroan juga telah merencanakan sejumlah aksi pada tahun ini. Diantaranya adalah US$1 juta untuk pengembangan ppipa di wilayah baru, serta pendanaan proyek baru yang mencapai US$4 juta.

Secara total, belanja modal alias capital expenditure (capex) yang dianggarkan oleh perseroan pada tahun ini mencapai US$70 juta, di mana 30% berasal dari dana internal perusahaan dan sisanya diperoleh dari pinjaman perbankan.

Sementara itu, pada tahun ini RAJA tidak mematok target laba yang cukup tinggi. Perseroan mencoba untuk realistis setelah pada tahun lalu pendapatan yang ditorehkan lebih rendah dibandingkan pada 2016.

Dari laporan keuangan konsolidasian yang dipublikasikan, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada tahun lalu mencapai US$11,66 juta, naik sebesar79,26% dibandingkan 2016 yang hanya US$6,5 juta.

Oka menambahkan, laba tersebut sebagian besar bukanlah hasil dari aktivitas operasional perseroan. "Dari sisi operasional [laba] tahun ini kurang lebih sama seperti tahun lalu, stagnan," ujar Oka.

Pos pendapatan yang cukup mengerek laba perseroan adalah keuntungan dari penjualan aset pada tahun lalu yang mencapai US$22,46 juta. Kata dia, ada divestasi saham dari anak usaha RAJA karena kerjasama dengan Tokyo Gas Asia Pte. Ltd.

Tahun lalu, perseroan telah merealisasikan masuknya Tokyo Gas Asia dan Development Bank of Japan Inc. melalui TG&D Singapore Investment Holdings sebagai strategic business partner RAJA di dalam anak usahanya yakni PT Panji Raya Alamindo yang membawahi PT Energasindo Heksa Karya dan PT Prima Energi Raharja.

"TG&D Singapore Investment Holdings menjadi pemegang 33% saham dalam PT Panji Raya Alamindo," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis perseroan pada tahun lalu total pendapatan operasional hanya senilai US$106,56 juta. Angka tersebut turun sebesar 20,5% dibandingkan pendapatan pada tahun sebelumnya yang mencapai US$134,04 juta.

Penurunan ini disebabkan oleh turunnya penyerapan gas PLN sehubungan dengan telah beroperasinya pembangkit Sumsel V. Ini cukup menekan perseroan karena selama ini distribusi gas alam ke PLN merupakan tulang punggung pendapatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rukun raharja
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top