Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perang Dagang AS VS China Bikin IHSG Anjlok

Perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China menjadi pemicu anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 23 Maret 2018  |  13:20 WIB
Presiden AS Donald Trump berinteraksi dengan Presiden China Xi Jinping di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, AS, 6 April 2017. - .Reuters/Carlos Barria TPX
Presiden AS Donald Trump berinteraksi dengan Presiden China Xi Jinping di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, AS, 6 April 2017. - .Reuters/Carlos Barria TPX

Bisnis.com, JAKARTA - Perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China menjadi pemicu anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini.

Hari ini, pergerakan indeks berada di kisaran Rp6.140an. Pagi tadi, IHSG sempat anjlok hingga turun lebih dari 2 persen. Pelemahan masih terus terjadi hingga akhir sesi I< meskipun mulai menipis.

Head of Research MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, setelah adanya kepastian mengenai kenaikan suku bunga AS oleh The Fed, para investor kembali dibuat panik dengan perang dagang dua negara adidaya tersebut.

Setelah pengenaan tarif impor produk baja dan aluminium, AS tengah menyusun pengenaan tarif tambahan sekitar US$60 miliar terhadap China. Sedangkan China juga tengah menyiapkan kebijakan balasan.

"Market khawatir tentang perang dagang kedua negara ini. Setelah ada kepastian The Fed, pasar kembali turun karena faktor ini," katanya kepada Bisnis, Jumat (23/3/2018).

Negeri Panda itu dikabarkan akan melakukan balasan dengan pengenaan tarif tinggi untuk impor kedelai. Tahun lalu, ekspor kedelai AS terhadap China mencapai US$12,4 miliar.

"Faktor lain yang membuat investor khawatir adalah adanya rencana bank sentral China menaikkan suku bunga acuan. Inilah yang menyebabkan IHSG turun," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top