Rekomendasi Pasar: Pergerakan SUN Masih Akan Terbatas

Pergerakan imbal hasil Surat Utang Negara atau SUN pada perdagangan kemarin, Selasa (20/3/2018) terbatas dengan kecenderungan mengalami kenaikan di tengah investor yang masih menantikan hasil dari pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat.
Emanuel B. Caesario | 21 Maret 2018 09:52 WIB
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA - Pergerakan imbal hasil Surat Utang Negara atau SUN pada perdagangan kemarin, Selasa (20/3/2018) terbatas dengan kecenderungan mengalami kenaikan di tengah investor yang masih menantikan hasil dari pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat.

I Made Adi Saputra, fixed income analyst MNC Sekuritas, mengatakan bahwa penguatan nilai tukar dan susksesnya lelang SBSN tidak mampu mendorong penurunan imbal hasil pada perdagangan kemarin.

Adapun, surat utang global yang imbal hasilnya masih mengalami tren kenaikan juga menjadi katalis negatif pada perdagangan kemarin di tengah perkiraan pelaku pasar kenaikan suku bunga untuk pertama kalinya di tahun 2018.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 5 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) turun berkisar antara 1 - 2 bps dengan harga naik hingga sebesar 5 bps.

Adapun secara teknikal, harga SUN dengan keseluruhan tenor masih mengalami tren kenaikan dalam jangka pendek dengan didukung oleh harga SUN yang berada di area netral membuka peluang adanya aksi beli oleh investor.

"Pada perdagangan hari ini kami perkirakan harga SUN masih akan bergerak terbatas jelang berakhirnya FOMC pada perdagangan besok serta dimulainya Rapat Dewan Gubernur BI yang diperkirakan akan kembali mempertahankan level suku bunga acuannya di level 4,25%," katanya dalam riset harian, Rabu (21/3/2018).

Sejumlah seri yang direkomendasikan Made untuk ditransaksikan hari ini yakni seri FR0069, FR0053, FR0073, FR0058, FR0074, FR0068, FR0072, dan FR0075.

Tag : Obligasi
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top