OBLIGASI KORPORASI: Maybank Kim Eng Sekuritas Bidik Underwriting Senilai Rp3 Triliun

PT Maybank Kim Eng Sekuritas menargetkan dapat menangani emisi obligasi sebanyak 10 hingga 15 emisi tahun ini dengan total nilai emisi yang ditangani diharapkan mencapai Rp3 triliun.
Emanuel B. Caesario | 13 Maret 2018 12:22 WIB
Presiden Direktur Maybank Kim Eng Sekuritas Wilianto Ie seusai pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Selasa (13/3/2018). - Bisnis/Emanuel B. Caesario

Bisnis.com, JAKARTA — PT Maybank Kim Eng Sekuritas menargetkan dapat menangani emisi obligasi sebanyak 10 hingga 15 emisi tahun ini dengan total nilai emisi yang ditangani diharapkan mencapai Rp3 triliun.

Wilianto Ie, Presiden Direktur Maybank Kim Eng Sekuritas, mengatakan bahwa saat ini ada 3 seri obligasi yang tengah ditangani MKE Sekuritas dan memasuki masa penawaran publik dengan nilai emisi yang ditangani MKE Sekuritas sudah lebih dari Rp1 triliun.

Tiga seri yang ditangani diterbitkan oleh PT Tunas Baru Lampung Tbk., PT WOM Finance Tbk. dan PT Maybank Indonesia Finance. Dirinya tidak merinci besaran nilai yang ditangani MKE Sekuritas pada masing-masing emisi, yang pasti MKE Sekuritas bukan satu-satunya sekuritas yang ditunjuk sebagai underwriter oleh ketiganya.

Menurutnya, tahun ini masih akan menjadi tahun yang ramai bagi emisi obligasi korporasi sehingga perseroan berani mematok target 10 hingga 15 emiten tahun ini. Meskipun ada tekanan di pasar obligasi saat ini, dirinya masih percaya emiten masih akan percaya diri untuk menerbitkan obligasi.

Wilianto mengatakan, tekanan eksternal yang ada saat ini akibat potensi kenaikan suku bunga the Fed 3-4 kali tahun ini tentu akan menyebabkan biaya dana emisi obligasi korporasi tahun ini akan lebih tinggi.

Namun, dirinya menilai Bank Indonesia kemungkinan tidak akan merespon agresivitas peningkatan the Fed dengan menaikkan suku bunga BI 7 DRR secara agresif pula. Kemungkinan, BI hanya akan menaikkan suku bunga acuan tahun ini 1 kali saja sehingga ruang bagi pertumbuhan ekonomi tetap ada.

“Minat emiten untuk emisi obligasi akan tetap tinggi karena kalau memang suku bunga itu naik, bunga perbankan juga pasti akan naik, sehingga sama saja. Dia kalau mau pinjam dari luar negeri juga akan lebih mahal. Secara relatif memang sama saja,” katanya, usai membuka perdagangan di BEI, Selasa (13/3/2018).

Wilianto mengatakan, yang dibutuhkan oleh emiten saat ini justru adalah pertumbuhan ekonomi tetap terjaga sehingga emiten tetap optimistis bahwa kinerja mereka pun akan bertumbuh cukup baik tahun ini. Dengan begitu, emiten memiliki alasan yang kuat untuk menggalang dana dari obligasi.

Menurutnya, bila target pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,3% - 5,4% bisa tercapai, efeknya akan sangat baik bagi kinerja emiten. Dirinya menilai, selama ini tingkat pertumbuhan ekonomi cukup lama tertahan di level 5%, sehingga bila pertumbuhan ekonomi bisa meningkat hingga 5,3%, efek berantainya akan sangat besar.

Tag : sekuritas
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top