Rekomendasi Harian: Respons Rilis Notulen The Fed, Pasar SUN Bergerak Terbatas

Imbal hasil Surat Utang Negara pada perdagangan kemarin, Rabu (21/2/2018) bergerak terbatas dengan arah yang bervariasi di tengah meredanya tekanan terhadap nilai tukar rupiah jelang disampaikannya notulen Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika.
Emanuel B. Caesario | 22 Februari 2018 09:11 WIB
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA - Imbal hasil Surat Utang Negara pada perdagangan kemarin, Rabu (21/2/2018) bergerak terbatas dengan arah yang bervariasi di tengah meredanya tekanan terhadap nilai tukar rupiah jelang disampaikannya notulen Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika.

I Made Adi Saputra, fixed income analyst MNC Sekuritas, mengatakan bahwa imbal hasil surat utang regional juga turut mengalami penurunan pada perdagangan kemairn. Sementara itu, pejabat Fed memperkirakan pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang melambat seperti yang terungkat dalam FOMC Minute kemarin.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 4 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) berubah berkisar antara 1 - 3 bps dengan harga berubah hingga sebesar 10 bps.

Secara teknikal, harga SUN pada tenor pendek masih terlihat mengalami tren sideways, sementara tenor panjang masih mengalami tren penurunan harga. Namun, harga SUN telah berada di area oversold membuka potensi adanya aksi beli oleh investor.

"Pada perdagangan hari ini kami perkirakan harga SUN akan bervariasi merespon hasil hasil FOMC minute serta imbal hasil US Treasury yang mengalami kenaikan. Sementara itu nilai tukar rupiah yang masih akan cenderung mengalami pelemahan masih akan menjadi katalis negatif pada perdagangan hari ini," ungkapnya dalam riset harian, Kamis (22/2/2018).

Sejumlah seri yang direkomendasikan Made untuk ditransaksikan hari ini yakni seri FR0069, FR0053, FR0071, FR0073, FR0058, FR0074, FR0068, FR0072, dan FR0075.

Tag : Obligasi
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top