Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Minyak Naik, Argha Karya Prima (AKPI) Pertimbangkan Tingkatkan Harga Produk

Merespons harga minyak dunia yang konsisten menunjukkan tren pemulihan, emiten kimia dan petrokimia meningkatkan efisiensi pabrik dan menyesuaikan harga jual produk, sehingga margin perusahaan tidak tertekan kenaikan harga bahan baku.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 21 Februari 2018  |  16:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Merespons harga minyak dunia yang konsisten menunjukkan tren pemulihan, emiten kimia dan petrokimia meningkatkan efisiensi pabrik dan menyesuaikan harga jual produk, sehingga margin perusahaan tidak tertekan kenaikan harga bahan baku.

Direktur PT Argha Karya Prima Industri Tbk. Jimmy Thahjanto mengungkapkan bahwa kenaikan harga minyak secara langsung akan memengaruhi harga bahan baku perseroan yaitu bijih plastik, yang diproduksi dari minyak bumi.

Untuk itu, perseroan menilai efisiensi dan penyesuaian harga produk harus ditempuh untuk dapat menjaga stabilitas keuangan perusahaan. Emiten produsen plastik kemasan tersebut berencana menaikkan harga jual jika harga minyak terus menanjak.

“Kenaikan harga minyak secara tidak langsung akan mengakibatkan naiknya harga plastik kemasan sehingga mau tidak mau, produsen harus menaikkan harga jual kemasan kepada customer,” ungkap Jimmy, Rabu (21/2).

Jimmy menjelaskan dalam beberapa bulan terakhir, harga bahan baku perusahaan memang sudah menunjukkan pergerakan naik, sehingga perseroan juga ikut meningkatkan harga produk. Adapun, emiten dengan kode saham AKPI tersebut menyerap bijih plastik dari dalam dan luar negeri.

Adapun, PT Argha Karya Prima Industri Tbk. memproduksi plastik kemasan segmen premium dengan target pasar produk rokok, produk pangan, dan laminasi kertas. Saat ini, pabrik AKPI di Bogor, Jawa Barat, memproduksi 100.000 ton plastik kemasan per tahun.

Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, harga minyak mentah WTI per 21 Februari 2018 berada pada level sekitar US$61,22 per barel, naik 2,45% sepanjang tahun berjalan dan meningkat 15,92% dalam 1 tahun terakhir (yoy).

Selama Januari—September 2017, perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,53 triliun, turun 2% dari capaian periode sama tahun sebelumnya. Pada periode tersebut, periode berjalan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk yaitu sebesar Rp15,14 miliar, anjlok dari capaian tahun sebelumnya (yoy) yang sebesar Rp41,30 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak emiten kimia
Editor : Riendy Astria

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top