Pemerintah Perlu Turunkan Batas Minimal Investasi SBN Ritel

Analis menilai pemerintah perlu menurunkan batas minimal nilai investasi bagi instrumen surat berharga negara ritel, mecakup Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Sukuk Ritel (Sukri) dari Rp5 juta menjadi kurang dari Rp1 juta agar menjangkau lebih banyak investor ritel.
Emanuel B. Caesario | 20 Februari 2018 15:08 WIB
Ilustrasi Sukuk Negara Ritel. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Analis menilai pemerintah perlu menurunkan batas minimal nilai investasi bagi instrumen surat berharga negara ritel, mecakup Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Sukuk Ritel (Sukri) dari Rp5 juta menjadi kurang dari Rp1 juta agar menjangkau lebih banyak investor ritel.

I Made Adi Saputra, Head of Fixed Income Research MNC Sekuritas, mengatakan bahwa permintaan investor atas penawaran ORI dan Sukri tahun lalu relatif rendah karena pemerintah menurunkan tingkat kuponnya cukup signifikan.

ORI014 yang diterbitkan tahun lalu memiliki kupon 5,85% per tahun, sangat mepet dengan tingkat bunga LPS serta yield seri Surat Utang Negara (SUN) yang menjadi acuannya. Permintaan investor atas instrumen ini hanya mencapai Rp8,98 triliun, terendah dalam 7 tahun terakhir.

Sementara itu, Sukri SR-009 yang diterbikan tahun lalu mendulang permintaan investor senilai Rp14,03 triliun atau 70% dari target indikatif saat itu Rp20 triliun lantaran kuponnya yang rendah. Kupon Sukri SR-009 saat itu hanya 6,9%, turun jauh dibandingkan kupon seri sebelumnya 8,3%.

Made mengatakan, rencana pemerintah untuk mulai menawarkan instrumen Sukri-010 pada pekan ini akan mendapat permintaan yang minim juga bila kupon yang ditawarkan mepet dengan yield SUN acuannya dan tingkat kupon LPS rate saat ini yang sebesar 5,75%.

Namun, lanjutnya, isu kupon yang terlampau rendah tidak akan menjadi masalah bila pemerintah melonggarkan batas nilai unit investasi sukri di bawah Rp1 juta. Saat ini, nilai minimal investasi baik ORI maupun Sukri masih di level Rp5 juta.

“Kalau size minimalnya di bawah Rp1 juta, kupon 5,75% pun sudah luar biasa sebetulnya untuk mahasiswa dan generasi milenial. Secara psikologis, bagi investor pemula yang baru masuk dengan dana tidak besar, return seperti itu dengan dana investasi Rp100.000 sampai Rp250.000 masih menarik,” katanya melalui sambungan telepon, Senin (19/2/2018).

Made mengatakan, investor ritel pemula sudah bisa membeli reksadana dengan invetasi kurang dari Rp500.000. Dengan nilai yang kecil, investasi terasa seperti menabung saja sehingga tingkat kupon tidak menjadi tuntutan serius.

Hal ini berbeda ketika batas investasinya Rp5 juta seperti saat ini. Dengan dana yang lebih besar seperti itu, sudah ada lebih banyak produk yang bisa dibeli di pasar dengan tawaran imbal hasil yang lebih menarik. ORI atau sukri justru akan kurang diminati.

Tag : sukuk
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top