Campina Ice Cream (CAMP) Lunasi Utang ke Swiss Life

Emiten es krim, PT Campina Ice Cream Industry Tbk. melunasi pinjaman senilai Rp269,63 miliar kepada perusahaan yang berada di Singapura.
Novita Sari Simamora | 19 Februari 2018 15:26 WIB
Es krim - wisegeek.com

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten es krim, PT Campina Ice Cream Industry Tbk. melunasi pinjaman senilai Rp269,63 miliar kepada perusahaan yang berada di Singapura.

Presiden Direktur Campina Ice Cream Industry Samudera Prawirawidjaja mengatakan, total utang pokok yang dimiliki senilai Rp260 miliar dan nilai bunga pinjaman senilai Rp9,63 miliar. Pinjaman ini diperoleh dari Swiss Life Pte. Ltd. yang berada di Singapura.

Lebih detail, pinjaman senilai Rp260 miliar, dilunasi dari dana hasil penawaran umum perdana saham. Samudera mengatakan, bahwa utang tersebut bakal jatuh tempo pada Maret 2020, dengan tingkat bunga 14,5% per tahun yang dibayarkan tiap kuartal kepada kreditur.

“Pelaksanaan transaksi menghapus saldo utang jangka panjang perseroan sebesar Rp260 miliar,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Senin (19/2/2018).

Pada tahun lalu, emiten bersandi saham CAMP berhasil mengumpulkan dana IPO senilai Rp260 miliar, dana tersebut kini digunakan untuk pelunasan pokok utang kepada Swiss Life Singapore Pte. Ltd.. Pelunasan utang panjang tersebut membuat kinerja produsen es krim ini lepas dari tekanan beban bunga.

Pada tahun lalu, produsen es krim ini mencatatkan pertumbuhan pendapatan 2% pada akhir 2017 atau menjadi sekitar Rp960 miliar. Direktur Campina Ice Cream Industry Adji Andjono Purwo, sebelumnya, mengatakan, pertumbuhan pendapatan pada tahun 2017 hanya 2% year on year.

Sementara itu, pertumbuhan pendapatan pada tahun ini diproyeksikan mencapai 8% menjadi Rp1 triliun. Cara yang dilakukan untuk menaikkan pendapatan tahun ini adalah dengan menambah beberapa produk baru untuk menciptakan new excitement di pasar.

CAMP juga bekerja sama dengan Marvel Disney untuk menerbitkan produk Captain America dan Ironman. Pada tahun lalu, Campina mengeluarkan produk es krim berbentuk karakter jagoan Marvel.

Strategi yang dilakukan CAMP untuk meningkatkan pendapatan pada 2018 adalah memperluas penetrasi pasar ke luar Pulau Jawa. Saat ini, kontribusi penjualan di Jawa mencapai 70%, sedangkan pulau lainnya 30%. Dari sisi industri es krim domestik, Campina menguasai 20%-25% pangsa pasar.

Sebelumnya, Adji mengakui, salah satu kesulitan memperluas distribusi ialah ketersediaan elektrifikasi di daerah. Alasannya, pemasaran es krim membutuhkan daya listrik untuk mesin pendingin.

Perusahaan saat ini masih mengandalkan satu pabrik di Surabaya dengan kapasitas terpasang 30 juta liter per tahun. Adapun volume produksi perseroan mencapai 25 juta-26 juta per tahun. Jadi, sambungnya, Campina masih bisa menaikkan kapasitas produksi sekitar 10%-15%.

CAMP memiliki empat kategori es krim, yakni impulse atau es krim satuan sekali makan, family pack ukuran 700 mili liter-1 liter, industrial ukuran 5 liter-8 liter, dan produk signature es krim cake. Varian produk yang paling banyak ialah es krim impule yang mencapai 75-85 SKU (Stock Keeping Unit).

Tag : CAmpina
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top