Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Gajah Tunggal (GJTL)-Inoue Rubber Bentuk Joint Venture

Perusahaan produsen komponen otomotif PT Gajah Tunggal Tbk. membentuk perusahaan patungan atau joint venture dengan Inoue Rubber Co. Ltd., perusahaan yang juga bergerak di sektor komponen otomotif asal Jepang.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 02 Februari 2018  |  20:06 WIB
Gajah Tunggal (GJTL)-Inoue Rubber Bentuk Joint Venture
Produk ban Gajah Tunggal - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan produsen komponen otomotif PT Gajah Tunggal Tbk. membentuk perusahaan patungan atau joint venture dengan Inoue Rubber Co. Ltd., perusahaan yang juga bergerak di sektor komponen otomotif asal Jepang.

Direktur PT Gajah Tunggal Tbk. Kisyuwono dalam keterbukaan informasi menyampaikan pembentukan anak usaha patungan tersebut diresmikan kedua perusahaan pada 31 Januari 2018.

“Pada 31 Januari 2018 emiten bersama Inoue Rubber Co. Ltd, perusahaan non-afiliasi, telah menandatangani akta pendirian PT IRC Gajah Tunggal Manufacturing Indonesia yang bergerak pada bidang industri manufaktur ban sepeda motor,” ungkap Kisyuwono di Jakarta, Jumat (2/2).

Atas pembentukan joint venture tersebut, masing-masing emiten dengan kode saham GJTL dn Inoue Rubber berkontribusi sebesar 50% dari total nilai investasi awal sebesar Rp270 miliar.

Menurut Kisyuwono, [pembentukan anak usaha patungan tersebut tidak mempunyai dampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan.

Adapun, selama periode Januari—September 2017, Gajah Tunggal membukukan penjualan bersih sebesar Rp10,81 triliun atau naik 639% dari capaian periode sama tahun sebelumnya (yoy) yang tercatat sebesar Rp10,16 triliun.

Kendati pendapatan tumbuh, beban keuangan GJTL pada periode tersebut justru membengkak ke level Rp852,93 miliar atau melonjak 52,03% (yoy) dari Rp561,0 miliar.

Pembengkakan beban keuangan dan beberapa beban lain menyebabkan perusahaan mengalami rugi sebesar Rp140,68 miliar selama Januari—September 2017 lalu, setelah mencatatkan untung Rp582,94.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gajah tunggal
Editor : Fajar Sidik

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top