Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek Energi, DSSA Tambah Porsi Pinjaman ke PT SKS

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menambah plafon utang ke anak usaha perseroan tidak langsung yakni PT SKS Listrik Kalimantan menjadi Rp450 miliar.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 18 Januari 2018  |  22:18 WIB
Ilustrasi - JIBI
Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menambah plafon utang ke anak usaha perseroan tidak langsung yakni PT SKS Listrik Kalimantan menjadi Rp450 miliar.

Corporate Secretary DSSA Susan Chandra mengungkapkan penambahan fasilitas tersebut dilakukan pada 16 Januari 2018. Perseroan sepakat mengubah fasilitas ke PT SKS Listrik Kalimantan (SLK) dari semula Rp200 miliar menjadi Rp450 miliar.

“Tujuan utama peningkatan plafon pinjaman tersebut adalah untuk mendukung kebutuhan modal kerja di anak usaha perseroan,” katanya dalam keterbukaan informasi, Kamis (18/1/2018).

Dia menambahkan, syarat dan ketentuan lain dari pinjaman tersebut tetap berlaku dan mengikat. Selain itu, lanjutnya, pemberian tambahan fasilitas tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap kondisi keuangan perseroan.

Adapun, PT SLK telah memulai pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara Kalteng-1 1 di Kalimantan Tengah untuk mendorong peningkatan rasio elektrifikasi di wilayah tersebut.

PLTU batu bara Kalteng-1 tersebut memiliki kapasitas 2 x 100 megawatt yang berlokasi di desa Tumbang Kajuei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas.

Proyek itu dikembangkan PT SLK di bawah naungan Sinar Mas Energy and Infrastructure, pilar usaha Sinar Mas yang fokus bidang energi dan infrastruktur dan berafiliasi dengan DSSA.

Pada Oktober 2017, Presiden Direktur SLK Lokita Prasetya mengungkapkan perseroan telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan PLTU Kalteng-1. Proyek itu dibangun di atas lahan seluas 20 hektare dan diperkirakan rampung pada 2019.

“Saat ini pembangunan proyek IPP PLTU tersebut dalam tahap pekerjaan sipil berupa pembuatan pondasi boiler, turbin dan lain-lain. Dalam waktu dekat pekerjan mekanikal akan segera dimulai,” ujarnya.

Dia menambahkan pasokan listrik dari PLTU itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan listrik di daerah Gunung Mas dan Kalteng. Pasalnya, pemerintah provinsi setempat sedang memacu peningkatan elektrifikasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dssa
Editor : Pamuji Tri Nastiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top