Sektor Jasa Perpanjang Reli Penguatan Indeks Shanghai Composite & CSI 300

Penguatan indeks Shanghai Stock Exchange Composite (SSEC) berlanjut pada akhir perdagangan hari kelima berturut-turut, Kamis (4/1/2018), bersama dengan indeks CSI 300.
Renat Sofie Andriani | 04 Januari 2018 16:11 WIB
Bursa China - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Penguatan indeks Shanghai Stock Exchange Composite (SSEC) berlanjut pada akhir perdagangan hari kelima berturut-turut, Kamis (4/1/2018), bersama dengan indeks CSI 300.

Dilansir Reuters, penguatan kedua indeks saham acuan China tersebut ditopang data yang menunjukkan bahwa aktivitas sektor jasa negeri tirai bambu tumbuh dengan laju terbaiknya dalam lebih dari tiga tahun pada Desember.

Sebuah survei sektor swasta yang dirilis hari ini menunjukkan aktivitas sektor jasa berekspansi pada bulan Desember didukung pertumbuhan bisnis baru yang solid, dengan membaiknya outlook ke level tertinggi dalam enam bulan.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham bluechips berakhir menguat 0,42% atau 17,42 poin di level 4.128,81, setelah pada perdagangan Rabu (3/1) ditutup menguat 0,59% atau 23,99 poin di posisi 4.111,39.

Sub indeks sektor finansial pada CSI 300 turun 0,09%, sektor bahan konsumen menguat 2,71%, indeks real estat naik 1,15%, dan sub indeks kesehatan naik 0,9%.

Sementara itu, indeks Shanghai Composite hari ini ditutup menguat 0,49% atau 16,60 poin di level 3.385,71, setelah dibuka naik tipis 0,06% atau 1,89 poin di level 3.371.

Saham dengan kenaikan persentase terbesar pada indeks Shanghai Composite adalah China Oilfield Services Ltd., CTS International Logistics Corp. Ltd., dan Baotou Huazi Industry Co. Ltd. yang masing-masing menguat 10,05%.

Adapun saham dengan penurunan persentase terbesar pada indeks Shanghai adalah Jiangsu Protruly Vision Technology Group Co. Ltd. dengan 5,05%, diikuti BOCO Inter-Telecom Co. Ltd. sebesar 5,02%, dan Wenyi Suntech Co. Ltd. yang melemah 4,56%.

Sepanjang pekan ini, nilai pasar indeks saham Shanghai telah naik sebesar 2,03% menjadi 29,49 triliun yuan.

Tag : bursa china
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top