Enam Hari Reli, Jakarta Islamic Index Kompak Melemah Bersama IHSG

Pergerakan indeks harga saham syariah Jakarta Islamic Index (JII) ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (20/12/2017), mematahkan reli enam hari berturut-turut sebelumnya.
Renat Sofie Andriani | 20 Desember 2017 18:19 WIB
Ilustrasi - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks harga saham syariah Jakarta Islamic Index (JII) ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (20/12/2017), mematahkan reli enam hari berturut-turut sebelumnya.

JII ditutup melemah 1,50% atau 11,07 poin di level 728,55 setelah dibuka turun 0,15% atau 1,10 poin di level 738,51.

Sepanjang perdagangan hari ini, JII bergerak di kisaran 726,48-739,69.

Dari 30 saham syariah yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 3 saham syariah menguat, 24 saham melemah, dan 3 saham syariah stagnan.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang drop 2,03% menjadi penekan utama terhadap pelemahan JII pada akhir perdagangan hari ini, diikuti ASII (-2,14%) dan TLKM (-0,72%).

Sejalan dengan JII, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, setelah berhasil mempertajam rekornya selama empat hari berturut-turut sebelumnya.

IHSG ditutup melemah 0,94% atau 58,18 poin di level 6.109,48, setelah dibuka turun tipis 0,03% atau 2,06 poin di level 6.165,60. Pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini sekaligus mengakhiri rangkaian reli selama enam hari perdagangan berturut-turut sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (19/12), IHSG ditutup menguat 0,55% atau 33,70 poin di 6.167,67, level penutupan tertinggi sepanjang masa, sekaligus rekor yang dicatatkan di hari keempat berturut-turut.
Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak cenderung melemah di kisaran 6.088,56 – 6.167,43.

 

Saham-saham syariah yang menekan indeks JII hari ini:

Kode

(%)

UNVR

-2,03

ASII

-2,14

TLKM

-0,72

UNTR

-1,72

Saham-saham syariah yang mendorong indeks JII hari ini:

Kode

(%)

ICBP

+0,56

SMRA

+1,78

WSBP

+0,53

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

Tag : IHSG, indeks syariah
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top